Viral, Kontes Burung Dihibur Penari Seksi Bikin Panas Peserta

Source : Wartakota

 

Di Indonesia, kontes burung berkicau telah menjadi obsesi yang besar diantara banyak kalangan.

Kontes ini biasanya akan menilai keindahan suara burung yang paling unik.

Penggemar menghabiskan sejumlah besar uang untuk kontes ini dengan hadiah uang tunai dan burung yang sangat mahal, bahkan harganya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Beberapa jenis “burung berkicau” berasal dari spesies yang dilindungi yang secara ilegal dijual ke pesaing.

Pada sebuah kontes burung berkicau di Surabaya pada hari Minggu sore (14/1/2018), seorang penyelenggara mengklaim telah mencoba untuk mendinginkan suasana kontes dengan aksi tarian seksi.

Video tarian seksi tersebut dengan cepat viral di media sosial dan kini telah menarik perhatian polisi yang sedang menyelidikinya.

Lalu siapa sosok penari tersebut?

Video tarian seksi tersebut dengan cepat viral di media sosial dan kini telah menarik perhatian polisi yang sedang menyelidikinya.

Banyak komentar yang mengungkapkan kemarahan karena ada anak-anak muda yang hadir dalam kontes yang malah jadi ikut menyaksikan tarian orang dewasa.

Dikutip Grid.ID dari Coconuts.co, Ketua komite kontes burung berkicau, seorang pria berusia 36 tahun bernama Darusalam, mengatakan bahwa para wanita muda itu adalah SPG.

Dilaporkan bahwa pertunjukan tarian seksi pada hari Minggu terjadi “secara spontan.”

Darusalam menjelaskan bahwa ia meminta dua SPG untuk menari di tengah masa yang memanas.

Dikutip Grid.ID dari Kompas.com, acara tersebut digelar di sebuah rumah di Jalan Koblen, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Video itu pun saat ini sudah di tangan polisi.

Kapolsek Bubutan, Kompol Dies Fierra mengaku sedang meminta keterangan pihak penyelenggara, peserta, maupun 2 wanita penari yang ada di video.

“Kita akan dalami, saat ini kami masih panggil untuk mendengarkan keterangan para saksi,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (18/1/2018).

Aksi tersebut, kata Dies, bisa dikategorikan kasus pornografi di hadapan umum.

“Di area kontes kan tempat umum, banyak anak kecil juga di sana,” katanya.

Fierra mengatakan, undang-undang pornografi akan diterapkan karena ada unsur pornografi yang masuk di dalamnya yakni dilakukan di tempat terbuka, pakaian yang dikenakan terbuka, dan adanya anak-anak yang melihat.

Fierra mengaku sudah memanggil panitia dan penari seksi yang terlibat di video yang menjadi viral di media sosial tersebut.

“Sementara ini kami panggil panitia tiga orang, kemudian penarinya satu orang, dan pemilik tempatnya satu orang,” kata Fierra.

Menurut Fierra berdasarkan keterangan sementara para pihak yang dimintai keterangan, informasi tempat yang dijadikan kontes burung berkicau tersebut ada Jalan Koblen di bekas Rumah Tahanan Militer (RTM).

Kontes itu digelar pada Minggu (17/1/2018) pukul 14.00 WIB. Tarian seksi itu digelar dengan niatan ingin mendinginkan suasana karena banyak peseta yang protes kepada juri.

“Menurut keterangan dari panitia, ketika ada peserta yang protes dan dikhawatirkan terjadi keributan, maka panitia menggelar tarian seksi itu,” lanjut Ferra.

Kontes dengan menampilkan penari seksi ini, berdasarkan keterangan panitia baru pertama kali diselenggarakan.

“Menurut keterangan panitia, baru kali ini dilakukan (tarian seksi)” tandas Ferra.

Source :

wartakota

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


twelve − 6 =