Main Sinetron Jadi Polemik, Begini Penjelasan Deddy Mizwar

Source : okezone

 

Calon gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar tetap menjalankan aktivitasnya sebagai seorang aktor. Di sela kesibukannya kampanye, ia pun selalu menyempatkan diri untuk syuting.

Sebab, pria yang akrab disapa Demiz itu terlibat dalam sinetron religius yang akan tayang pada Ramadan nanti di salah satu stasiun televisi. Hal itu pun menuai polemik. Sebab, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang kandidat pilkada tidak boleh muncul di tayangan sinetron maupun iklan yang tidak dibiayai KPU.

Ia beralasan, keterlibatannya dalam sinetron tersebut tidak bermuatan politis. Ia juga tidak bermain sinetron untuk mendongkrak popularitasnya.

“Sekarang kalau ada seorang calon (kepala daerah) main sinetron, yang bukan aktor pasti untuk meningkatkan popularitas kan. Kalau saya kan aktor, mau apa lagi? Kan sudah mentok popularitasnya (tinggi),” kata Demiz di Kota Depok, Jumat (13/4/2018).

Keterlibatannya sebagai aktor pun tidak lain karena untuk mencari penghasilan dengan cara halal. Apalagi, saat ini ia sedang cuti sebagai Wagub Jawa Barat dan tidak memiliki gaji.

“Jadi, bukan popularitas yang dicari, ini mata pencaharian, ada profesi di sana,” ucapnya.

Dalam sinetron yang diperankannya, Demiz juga punya misi tersendiri sebagai seorang muslim. Ia ingin menjadikan sinetron itu sebagai sarana dakwah.

“Ini cerita bernuansa religius di bulan Ramadan. Apa tidak boleh sebagai seorang muslim (menyampaikan) syiar agamanya? Kalau enggak boleh, kacau negeri ini,” ungkapnya.

Sinetron yang selama ini diperankan dan dikreasinya pun bukan sinetron sembarangan. Ia selalu mengedepankan kualitas dari isi ceritanya.

“Kemudian kalau saya enggak boleh main, enggak boleh merancang sebuah sinetron yang bagus, yang menarik, ada hak masyarakat yang dirugikan, yaitu hak menonton tayangan yang bermutu. Bagaimana itu?” cetus Demiz.

Karena itu, ia menganggap aturan itu harus dibahas lebih lanjut oleh para pihak terkait, dalam hal ini KPU, Bawaslu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan dari pihak televisi.

“Termasuk saya, kalau saya diundang, saya akan hadir untuk menjelaskan bagaimana (duduk persoalannya itu,” jelasnya.

Demiz khawatir kehadirannya dalam sinetron itu akan dipolitisir pihak-pihak tertentu. Sehingga, ia siap memberikan penjelasan secara gamblang soal keterlibatannya dalam sinetron.

“Tujuannya satu, supaya jangn dipolitisir. Kalau saya main, nanti saya dipolitisir, saya (dinilai) melanggar segala macam. Apa yang dilanggar? Tidak ada iklan kampanye dalam sinetron saya, tidak ada sosialisasi ajakan mencoblos nomor empat. Kan enggak ada,” paparnya.

Demiz sendiri sudah bertemu dengan pimpinan KPI di Jakarta pada Kamis 12 April 2018. Ke depan, rencananya KPI berencana membahas persoalan itu dengan KPU dan Bawaslu. Tapi, ia belum tahu kapan pertemuan digelar.

“Jadi biar KPI, KPU, Bawaslu paham, jangan diskriminatif terhadap profesi aktor. Ini diskriminatif kayaknya kan. Kalau profesi lain diperbolehkan mencari nafkah di profesinya, kalau aktor enggak boleh,” tandasnya.

Source :

okezone

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


two × two =