Jalan Mulus Airlangga Ambil Alih Golkar

BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim

 

Sejak KPK menetapkan kedua kalinya Setya Novanto jadi tersangka e-KTP, internal Golkar bergolak. Sejumlah nama calon ketua umum pengganti Novanto mulai dihembuskan ke permukaan. Angin segar memang mengarah kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Tak berselang lama namanya disebut, dukungan kian mengalir. Dari mulai DPD I Golkar hingga sejumlah ormas sayap partai pendiri partai beringin deklarasi dukung Airlangga. Di sisi lain, Idrus Marham yang juga menyatakan siap ambil alih Golkar tak terlihat tajinya. Begitu juga dengan Aziz Syamsuddin, tidak segesit Airlangga dalam bermanuver cari dukungan.

Airlangga bahkan telah membawa DPD I Golkar ke rumah pribadinya untuk membahas dinamika di partai. Setelah itu, dia membawa para pengurus daerah Golkar menghadap Presiden Jokowi dan wapres Jusuf Kalla (JK). Kemarin, Rabu (14/12) puncak dari usaha Airlangga menggalang dukungan. Rapat pleno Golkar memutuskan Airlangga jabat ketua umum Golkar. Novanto resmi nonaktif. Pengukuhan Airlangga nantinya akan dilaksanakan pada 19-20 Desember dalam Munaslub.

Ketua Harian Nurdin Halid mengatakan, setelah mendalam membahas dengan penuh kekeluargaan, maka rapat pleno memutuskan berdasarkan AD/ART sehubungan dengan masalah hukum Setya Novanto, maka jabatan Ketum Golkar dinyatakan nol dan sesuai pasal 14 pengisian PAW.

“Penggantian ketua umum kepada bapak Airlangga Hartarto. Jadi ini bukan Plt, tapi definitif,” kata Nurdin usai rapat pleno Golkar di DPP, Jalan Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (14/12). Nurdin mengatakan, pada tanggal 18 Desember nanti Golkar akan menggelar Rapimnas. Kemudian tanggal 19-20 digelar Munaslub.

“Tanggal 18 Rapimnas diumumkan rapat pleno, tanggal 19-20 akan digelar Munaslub yang digelar Jakarta. Kami memutuskan panitia penyelenggara yaitu penanggung jawab bapak Idrus Marham, Airlangga dan Robert Kardinal,” lanjut Nurdin.

Nurdin mengatakan, besok Pukul 13.00 WIB akan ada rapat panitia Munaslub. Nurdin menegaskan, tak ada lagi jabatan lowong di Golkar, sebab kursi ketua umum sudah diisi oleh Airlangga hingga penyelenggaraan munaslub. “Terhitung pada malam ini jabatan ketua adalah Airlangga Hartarto,” katanya.

Saat pleno, Aziz Syamsuddin sempat mengemukakan dirinya maju Munaslub. Tapi tak berselang lama, dia menyatakan mundur dan memberikan kursi ketua umum itu kepada Airlangga.  Menurut dia, hal itu dilakukan agar Golkar tak lebih gaduh. Dia pasrah, Airlangga ambil alih Golkar dengan mulus tanpa pertarungan. Padahal sebelum rapat pleno dimulai, Aziz menyatakan kembali kesiapaannya bertarung di Munaslub Golkar.

“Ya saya lebih baik mundur, Pak Airlangga lebih cocok jadi ketua umum,” kata Aziz santai di sela konferensi pers di Kantor DPP partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (13/6).

Usai ditunjuk jadi ketum, Airlangga menegaskan, keputusan berdasarkan hasil musyawarah. “Pada malam ini Partai Golkar mengambil keputusan secara musyawarah untuk mufakat,” ujar Airlangga di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (13/12).

Keputusan tersebut ditarik melalui mekanisme internal partai Golkar yang benar dan didukung dengan aspirasi semua kader dari tingkat pusat sampai daerah, serta organisasi sayap mereka. Karena itu, ia menegaskan tidak ada perkubuan dalam tubuh internal partai beringin tersebut.

“Partai Golkar ke depan kami akan bekerja secara bersama dan kami tegaskan tidak ada faksi-faksi di Partai Golkar yang ada seluruh kader bersama sama menyelesaikan agenda politik apakah itu Pilkada, Pileg dan Pilpres ke depan,” tegasnya.

Sebagai ketua umum, Airlangga menyatakan, tidak akan mengubah dukungan terhadap pemerintahan Joko Widodo. Ia mengajak kepada seluruh kader partai untuk bekerja sama dalam mengusung Jokowi sampai 2024. “Dan pada rapimnas lalu Partai Golkar telah mendukung Jokowi sampai 2024 dan kami mengajak seluruh kader partai Golkar mengajak dan mengamanahkan dari rapimnas tersebut,” kata dia.

 

Source :

Merdeka

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


5 × five =