Gadis Ini Tewas Mengenaskan di Tangan Perampok

Source: Internet

 

Suasana duka menyelimuti rumah Masita Oktavia,17 yang meninggal mengenaskan akibat diniaya kawanan perampok di Jalan Raya Al Indah Permai Kencana Kelurahan Kali Abang Tengah Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi Jawa Barat, Sabtu dinihari .

Tangis keluarga meledak ketika menyambut kedatangan jenazah Masita Oktavia dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta setelah dilakukan otopsi.

Nenek korban, Henny mengaku mendapat kabar, jika cucunya itu meninggal dunia akibat menjadi korban perampokan. “Cucu saya sebelum kejadian sempat menelepon karena sepeda motornya rusak. Masita mudah bergaul dan baru bekerja pagi hari ini. Saya harap pelaku secepatnya ditangkap dan mendapat hukuman yang setimpal,” kata Henny Sabtu (9/12)

“Kakak saya dikenal baik dan mudah bergaul, ga pernah ada masalah dengan teman-temannya. padahal hari ini dia akan masuk kerja. Saya sangat kaget mengetahui kakak meninggal akibat di bunuh perampok,” ujar Ida Anggrainin adik korban.

Ida mengaku sangat kehilangan sang kakak.Selama ini Masita selalu bersama dan menemani tidur sang adik.

Masita Oktavia tewas setelah disabet pakai lurit di bagian bawah lehernya hingga korban langsung terhampas berlumur darah oleh perampok, Sabtu (9/12/2017) dinihari WIB..

Korban yang sesaat sebelum kejadian sempat menelepon keluarganya. karena sepeda motornya mengalami kerusakan di temukan dalam kondisi tidak bernyawa di TKP.

Oleh keluarga rencananya Masita dimakamkan di tempat pemakaman umum tidak jauh dari tempat tinggal korban.

Masita Oktavia gadis berusia 17 tahun meninggal dunia setelah dada sebelah kiri korban ditebas kawanan perampok saat korban menunggu jemputan keluarga karena sepeda motor yang di kendarainya rusak.

Masita anak pertama dari dua bersaudara. Dia tinggal di rumah neneknya dari pihak ibunya yang sudah meninggal di Perumahan Pondok Ungu Permai ,Kelurhahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ayahnya sudah berpisah lama dengan ibunya. Sekarang ayahnya tinggal di Jogjakarta.

Korban sempat menelepon kakaknya Sanusi,65 untuk meminta jemput di lokasi kejadian perkara. karena sepeda motornya rusak namun saat tiba di lokasi didapati korban sudah terkapar bersimbah darah dan dalam kondisi tidak bernyawa. Sepeda motor tidak di ambil pelaku namun handphone milik korban sudah raib di bawa para perampok.

Source :

Lina

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


twenty − 19 =