Datang ke Makam Anak yang Dianiaya hingga Tewas, Ibu Kandung Dipukuli Keluarga

Tim dokter Forensik beserta Pihak Kepolisian dari Polres Palangkaraya melakukan pemeriksaan fisik luar terhadap jenazah Dwi Anggraini sebelum dilakukan otopsi. Ditemukan sejumlah luka memar pada bagian tubuh korban.(KOMPAS.com/Kurnia Tarigan)

 

Kedatangan ibu kandung Dwi Anggraini ke makam anaknya, Rabu (25/10/2017), membuat pihak keluarga marah besar.

Salah satu anggota keluarga sempat melayangkan pukulan ke arah ibu kandung, tepat mengenai bagian wajah ibu kandung korban.

Awalnya, polisi tidak mengizinkan ibu korban yang berinisial M mengikuti acara pemakaman anaknya di kompleks pemakaman kilometer 12 Palangkaraya karena alasan keamanan.

Polisi berjanji mengawal ibu kandung korban ke makam putrinya setelah acara pemakaman selesai. Namun, ketika tiba di pemakaman, ternyata masih ada sejumlah anggota keluarga yang masih bertahan.

Pihak keluarga masih sangat terpukul dengan kepergian Dwi Anggraini yang tewas karena dianiaya oleh ibu kandung korban sendiri.

Paman korban, Naptali, berharap agar kasus ini segera diungkap, siapa pelaku sesungguhnya.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian agar menghukum ibu kandung korban dengan hukuman berat agar setimpal dengan apa yang dilakukan terhadap anak kandungnya yang tega menganiaya anaknya hingga tewas. Bahkan aksi kekerasan itu bukan hanya kali ini saja dilakukan, Dwi Anggraini kerap melaporkan kepada pihak keluarga bahwa dia sering dipukul oleh ibu kandungnya,” tutur Naptali.

Setelah ibu kandung korban berdoa di makam anaknya, polisi segera membawa ibu kandung korban kembali ke Polres Palangkaraya.

Source :

kompas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


thirteen − 9 =