Tragis Bocah Jatuh dari Sepeda Alami Patah Tulang dan Bengkak Mirip Kanker Butuh Bantuan

Source: Internet

 

Dede Galih Putra (8) terus merintih menahan sakit, Senin (16/10/2017) petang.

Bahkan putra dari pasangan suami-istri (pasutri) Endang Wiyatno (35) dan Yeni (34) ini terkadang menangis karena tak mampu menahan rasa nyeri di bagian paha kiri.

Paha kiri bocah laki-laki ini tampak membesar seperti tumor.

Hal ini sudah dialami Galih hampir empat bulan, atau semenjak dia terjatuh dari sepedanya.

“Paha kiri saya sempat patah karena terjatuh di sepeda,” kata Galih saat ditemui di rumah kakeknya di Gang Jivit Kranggan Wetan RT 02/12, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi, Senin (16/10).

Galih menangis bukan hanya tidak kuat menahan rasa sakit, namun dia takut dengan diagnosa dokter bahwa dia harus diamputasi.

Dia tidak ingin paha kirinya diamputasi, karena masa depannya masih panjang. “Maunya diobati biasa saja,” ujar Galih.

Kakek Galih, Khomstin (53) mengaku, tidak sanggup melihat sang cucu merintih kesakitan.

Menurut dia, penyakit yang dialami Galih berawal saat dia terjatuh dari sepeda saat hendak menuju SDN Kertasari, Majalengka, Jawa Barat.

Oleh keluarga, dia dibawa ke pengobatan alternatif untuk diurut.

Namun, 10 hari setelah diurut, kata Khomstin, kaki Galih tidak menunjukan perubahan. Lukanya kemudian membengkak.

Setiap hari, pembengkakan itu semakin besar, sehingga keluarga membawanya ke RS Cirebon, Jawa Barat.

Di sana, kakinya di rontgen dan terlihat ada infeksi.

“Tulang yang patah menancap di daging, hingga terjadi pembengkakan. Karena, rumah sakit itu tidak ada alatnya, kami dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta,” ujar Khomstin.

Setelah tiba di RS Persahabatan, kata dia, pihak rumah sakitmeminta untuk mengamputasi kaki kiri Galih.

Mendengar permintaan rumah sakit, kata Khomstin, pihak keluarga langsung mempertimbangkannya.

“Kami langsung bawa pulang ke rumah lagi dengan maksud menemukan solusi selain mengamputasi kaki cucu saya,” jelasnya.

Dia mengaku, sudah menemukan dokter di daerah Kalapa Gading, Jakarta Utara untuk membantu Galih mengobati lukanya.

Para dokter akan melakukan pengobatan tanpa harus mengamputasi kaki kiri Galih.

“Baru Minggu (15/10) kemarin saya mendapat kabar ada dokter yang bisa menangani kaki kiri cucu saya tanpa diamputasi,” katanya.

Camat Jatisampurna, Abi Huraira mengatakan, pihaknya telah mendatangi rumah kakek korban.

Saat ini, Galih tinggal sementara dengan sang kakek, sementara orang tuanya sudah bercerai.

Ayahnya hanya sopir lepas dan ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga.

“Berdasarkan KK, Galih masih berdomisili Majalengka. Sekarang sedang diurus oleh pihak keluarga untuk pindah ke Kota Bekasi dan akan dibuatkan Kartu Sehat Berbasis NIK, sehingga dia berobat secara gratis,” kata Abi.

Source :

Warta Kota

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


15 − three =