Tiga WNI terduga teroris ditangkap di Malaysia: ‘Jaringan teroris makin menyebar dan meluas’

Foto: FARIS HADZIQ/SOPA IMAGES/LIGHTROCKET VIA GETTY IMA

 

Tertangkapnya tujuh orang terduga teroris di Malaysia dan tiga orang diantaranya adalah WNI membuktikan jaringan teroris terkait ISIS ini makin menyebar dan meluas, kata seorang mantan pejabat keamanan Indonesia.

“Kalau kita lihat peta, titik-titik tempat penangkapan yang terakhir ini, begitu menyebar. Jadi, jaringan mereka ini terus meluas,” kata mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyad Mbai, kepada BBC News Indonesia, Kamis (20/07).

Dengan demikian, menurut Ansyad Mbai, potensi ancaman terorisme di Indonesia “masih tetap tinggi.”

Sebelum penangkapan terduga teroris di Malaysia, kepolisian Indonesia telah menangkap lebih dari 200 terduga teroris di sejumlah wilayah di Indonesia sejak serangkaian aksi teror di Surabaya pada Mei lalu.

Namun demikian, menurut Ansyad, penangkapan lebih dari 200 terduga teroris ini menunjukkan bahwa keberadaan UU Terorisme dibutuhkan aparat kepolisian untuk membongkar jaringan mereka.

“Dengan keluarnya UU baru ini, polisi bisa lebih efektif menangkal terorisme itu,” kata Ansyad. “Jadi mereka bisa bertindak lebih pro aktif.”

Hingga kini, lebih dari 200 terduga teroris sudah ditangkap, 50 di antaranya sudah diproses hukum sesuai revisi UU Terorisme yang baru saja disahkan Mei lalu, tak lama setelah aksi teror di Surabaya.

Mengapa PM Malaysia menjadi sasaran?

Dan masih menurut Ansyad Mbai, penangkapan terduga teroris asal Indonesia di Malaysia, menunjukkan “masih ada kaitan dan memiliki jaringan transnasional.”

Tentang rencana target serangan terduga terorisme di Malaysia terhadap Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, Ansyad mengaku tidak kaget.

terorisme
Lebih dari dua ratus terduga teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ditangkap Densus 88 sejak serangkaian aksi teror di Surabaya.

“Di Indonesia sendiri, (Presiden) SBY dulu juga jadi sasaran. Fotonya dijadikan sasaran tembak. Jadi, target mereka yang paling top tentu saja pimpinan negara yang dianggap tidak mendukung cita-cita mereka,” paparnya.

Sejumlah media Malaysia sebelumnya melaporkan bahwa Kepolisian Malaysia telah menangkap setidaknya tujuh terduga teroris dan tiga orang diantaranya adalah WNI.

Mereka ditangkap mulai 12 Juli hingga 17 Juli di wilayah Trengganu, Selangor, Perak, dan Johor, Malaysia, karena diduga terkait tindakan terorisme.

Apa komentar pejabat Indonesia?

Tiga orang warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh kepolisian Malaysia diduga terkait dengan kelompok ISIS, kata seorang pejabat kepolisian Indonesia.

“Mereka ada indikasi terkait dengan ISIS, oleh sebab itu diamankan dulu di sana (Malaysia),” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/07).

polisi
Polisi melakukan pengamanan di gerbang Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Minggu (15/07) pascapenyerangan yang dilakukan dua orang terduga jaringan teroris.

Setyo Wasisto mengaku belum mendapatkan informasi lebih terperinci perihal penangkapan tersebut, tetapi dia mengatakan diduga tiga orang tersebut adalah WNI.

“Atase polisi Indonesia di Malaysia sedang melakukan koordinasi untuk mendapatkan informasi-informasi yang lebih lanjut,” ungkapnya.

Terkait penyerbuan rutan Mako Brimob

Di tempat terpisah, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan pihaknya masih melakukan verivikasi tentang kebenaran informasi penangkapan tiga orang Indonesia tersebut.

“Apakah betul yang bersangkutan adalah WNI, karena kalimatnya kan diduga WNI. Oleh karena itu harus kita pastikan,” kata Retno kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/07).

mako brimob
Salah-seorang tersangka yang merupakan WNI diduga memiliki hubungan dengan napi teroris yang terlibat pengepungan markas Brimob di Kelapa Duna, Depok, Mei lalu.

Sejumlah media Malaysia melaporkan Kepolisian Malaysia telah menangkap setidaknya tujuh terduga teroris dan tiga orang diantaranya adalah WNI.

Mereka ditangkap mulai 12 Juli hingga 17 Juli di wilayah Terengganu, Selangor, Perak, dan Johor, Malaysia, karena diduga terkait tindakan terorisme.

Di Kuala Lumpur, Kepala Kepolisian Federal Malaysia, Inspektur Jenderal Mohd Fuzi Harun mengatakan salah-seorang yang ditangkap diduga mengancam akan membunuh Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, seperti dilaporkan situs berita Channel News Asia, Kamis (19/07).

Menurut situs berita ini, salah-seorang tersangka yang merupakan WNI, memiliki hubungan dengan napi teroris yang terlibat pengepungan markas Brimob di Kelapa Duna, Depok, Mei lalu.

Source :

BBC

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


11 − eight =