Tiga Tahun Buron, Pembunuh Dibekuk di Tempat Kerja

Source: Internet

 

Tiga tahun buron, M Irfan (18) seorang pelaku pembunuhan berhasil ditangkap oleh Polsek Tambora. Remaja itu di tangkap di tempat kerjanya di Kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat, (15/12/2017).

M Irfan merupakan salah satu pelaku pembunuhan terhadap Alfiansyah (22) warga Tambora, Jakarta Barat, yang meninggal akibat luka di sekujur tubuh usai dikeroyok pada 30 Mei 2014 pukul 04.00 silam di perlintasan rel kereta api Jalan Jembatan Besi Raya, Tambora, Jakarta Barat.

Dari hasil visum korban diketahui meninggal akibat luka di kepala bagian belakang akibat pukulan benda tumpul, ulu hati, dan tangan kanan akibat ditusuk senjata tajam.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menjelaskan, motif pelaku menghabisi nyawa korban karena dendam akibat salah satu teman pelaku mengalami luka saat terjadi tawuran sebelumnya melawan kelompok dari pihak korban.

“Penyebab awal hingga terjadi pembunuhan terhadap korban adalah dendam karena sebelumnya salah satu temen pelaku mengalami luka bacok di badan yang dilakukan oleh kelompok korban saat tawuran antar kelompok,” kata Hengki saat dikonfirmasi, Sabtu, (16/12/2017) malam.

Tersangka merupakan bagian kelompok warga Tanah Sereal dan warga Rusun Angke yang terlibat tawuran dengan kelompok korban dari warga Kalianyar dan warga Jembatan Besi.

Pada 30 Desember 2014 saat itu korban bersama rekannya sedang mengendarai sepeda motor melintas di bantaran rel di daerah Jembatan Besi. Kemudian, salah satu teman tersangka dari kelompok warga Tanah Sereal berteriak dan menghasut korban sebagai musuh dari kelompok tersangka sehingga secara serentak kelompok tersangka mengejar korban sambil melempar batu.

Saat itu, tersangka Irfan melihat korban dalam jarak dekat turun dari motor bersama temannya, Akmal (buron) langsung ikut menyerang korban menggunakan balok kayu yang diayunkan ke tubuh korban. Sedangkan Akmal menyerang menggunakan celurit membacok bagian dada, perut, dan kepala korban.

“Dari hasil keterangan pelaku Irfan mengakui berbuat bersama-sama dengan Akmal. Bahwa pelaku Irfan mengakui telah memukul korban dengan mengunakan balok kayu mengenai bagian kepala, badan dan kaki hingga menyebabkan korban mengalami luka. Sedangkan pelaku Akmal (DPO) telah menusuk korban dengan mengunakan sebilah clurit pada bagian dada,” tutur Hengki.

Pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun pidana.

Pengungkapan kasus tersebut sebagai tindak lanjut atas perintah

“Saya tekankan kepada seluruh anggota agar segera menyelesaikan kasus yang belum terungkap,” tandas Kapolres.

Selain pengungkapan ini, sebelumnya Polsek Cengkareng pada hari yang sama, Jumat, (15/12), telah mengungkap kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang remaja tewas akibat terkena sabetan sejata tajam.

Source :

Poskota

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


fourteen − 7 =