Terjebak kebohongan Ratna Sarumpaet, Sandiaga Uno sebut ‘Fail early is good’

merdeka.com

 

Merdeka.com – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengaku syok dengan pengakuan Ratna Sarumpaet terkait kebohongan yang penganiayaan yang diciptakannya. Sandiaga sudah tak lagi percaya pada Ratna Sarumpaet.

“Saya syok, saya kan sama Bu Ratna ini sudah berkali-kali sama-sama di satu kubu. Terus waktu urusan parkir itu dia menyerang saya, walaupun beliau protes terus saya terima di kantor wakil gubernur waktu itu. Saya kenali beliau sebagai sosok yang memiliki integritas yang tidak perlu kita ragukan lagi tapi, kemarin itu pupus kepercayaan saya,” kata Sandiaga di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (4/10).

Sandi mengakui terlalu cepat percaya menanggapi pengakuan Ratna soal penganiayaan. Ini karena Sandi teringat pada sosok ibunya.

“Saya hanyutnya karena membayangkan kalau itu terjadi kepada ibu saya, saya akhirnya, obektivitas kita mestinya kita verifikasi mesti kita cek dulu, itu hanyut dan hilang karena kita berpikir secara objektif begitu menyangkut orang yang sangat kita hormati yaitu Ratna,” ucapnya.

Meski mengapresiasi kejujuran Ratna yang telah mengakui sebagai pembuat hoaks, Sandiaga tetap kecewa. Namun, Sandi menyebut ada hikmah di balik kasus Ratna ini. Dari kasus ini, Sandiaga menyatakan tim pemenangannya akan menyisir semua anggota agar kasus hoaks seperti Ratna Sarumpaet tidak terulang.

“Kalau bisnis itu ya atau mencapai kesuksesan itu biasanya kalau kita gagalnya di awal itu jauh lebih baik buat kita. Fail early is good karena kita belajar dari mistake(kesalahan),” ucapnya

Dari peristiwa kebohongan ini, Sandiaga teringat hasil pembicaraan dengan Kwik Kian Gie. Menurut Kwik, ide dan saran dari Ratna sejak awal memang tidak sesuai dengan kenyataannya. Namun, Sandiaga tidak ingin berandai-andai.

“Pak Prabowo dan saya sudah agak lama tidak ketemu bu Ratna, justru malah Pak kwik kian gie yang ketemu minggu lalu. Pak Kwik Kian Gie kasih tahu saya apa yang disampaikan bu Ratna mengenai beberapa isu sebetulnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, disampaikan ke masyarakat,” jelasnya.

Mantan Wagub DKI ini menyerahkan penyelesaian kasus hoaks kepada kepolisian.

Saya menyerahkan kepada pihak yang berwajib untuk menangani, dan kita dukung langkah-langkah pihak berwajib untuk memastikan tanpa hoaks. Saya juga korban hoaks dan kita berikan kepercayaan kepada pihak yang berwajib untuk menuntaskan,” tutupnya.

Source :

merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


10 + seven =