Temuan bertambah, koalisi Prabowo sebut ada 8,1 juta pemilih ganda

merdeka.com

 

Merdeka.com – Sekjen Koalisi partai politik pengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali menyoroti soal daftar pemilih tetap (DPT) ganda. Kini, mereka memaparkan angka sekitar 8 juta DPT ganda.

Sebelumnya, kubu oposisi menemukan 2,8 DPT ganda. Hal ini juga sudah disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Setelah 100 persen, kami menelusuri dari 185 juta DPT yang dari KPU maka hasilnya 8.145.713 kegandaan ini. Kami hari ini tadi sudah menyampaikan berita acara kepada KPU menyampaikan kegandaan data kami,” kata Ketua DPP PKS Pipin Sopian di Jl Daksa Nomor I Nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Koalisi Prabowo-Sandi sudah menyerahkan semua data bukti 8 juta DPR ganda ini mulai dari dokumen, data-data per provinsi, kabupaten dan kecamatan. Pipin menekankan, data yang mereka punya valid. Pihaknya besok akan melakukan rapat dengan KPU.

“Yang terakhir insya Allah besok kami akan rapat dengan KPU kembali untuk mereka akan menyampaikan ini ke daerah-daerah agar bisa tahu respon dari masing-masing daerah,” ucap Pipin.

Terpisah, Ketua DPP PAN Yandri Susanto meminta KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mematangkan jumlah DPT yang akan dipakai di dalam Pilpres 2019 mendatang. Yandri menegaskan, koalisi Prabowo-Sandi akan terus mengawal persoalan kegandaan DPT ini hingga tuntas. Dia ingin penyelenggaraan pemilu berjalan dengan bersih.

“Karena satu saja kegandaan itu sudah mengandung cacat pemilu kita,” kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Jalan Daksa.

Sebelumnya, koalisi Prabowo-Sandiaga menemui kegandaan data sebanyak 2,8 juta DPT. Setelah disisir, dari 185 juta DPT koalisi menemukan sebanyak 8.145.713 dugaan kegandaan. Parpol, Bawaslu, dan KPU menyepakati untuk dilakukan penyisiran sekitar 10 hari terhitung sejak 5 September 2018 lalu.

Source :

merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


two × 2 =