Tanda-tanda Kehancuran Jerman yang Tak Dilihat Joachim Loew

Foto: Michael Dalder/Reuters

 

Juara bertahan Jerman gagal melewati babak penyisihan grup Piala Dunia 2018. Tapi, Die Mannschaft seharusnya tak terlalu terkejut dengan hasil memalukan itu.

Kekalahan mengejutkan 0-2 dari Korea Selatan di Kazan Arena, Kazan, Rabu (27/6/2018), memastikan terhentinya langkah Jerman di Piala Dunia 2018. Jerman finis sebagai juru kunci Grup F karena cuma meraih satu kemenangan dalam tiga pertandingan.

Kandasnya Jerman di babak penyisihan grup menjadi kejutan terbesar yang terjadi di Piala Dunia 2018 sejauh ini. Datang sebagai salah satu favorit juara, Jerman bukan cuma gagal memenuhi ekspektasi, tapi juga tampil memalukan.

Saat menjadi juara dunia empat tahun lalu, Jerman adalah sebuah mesin gol yang 18 kali menjebol gawang lawan di sepanjang turnamen dan cuma kemasukan empat kali. Pasukan Joachim Loew menampilkan sepakbola menyerang yang begitu memukau dan sangat solid sebagai sebuah tim.

Namun, performa Jerman di Rusia amat bertolak belakang. Thomas Mueller dan kawan-kawan seperti tak kompak di lapangan dan gagal menyatu sebagai sebuah tim. Banyak pemain pilar yang bermain di bawah standar.

Mesut Oezil, yang biasanya selalu bersinar di timnas dan jadi andalan Loew, seperti sudah melewati masa keemasannya. Di Rusia, Oezil lambat, banyak melakukan kesalahan, dan seperti kehilangan kreativitas di lapangan.

Jerman juga mandul di depan gawang lawan. Mereka gagal mencetak gol ketika melawan Meksiko dan Korsel. Dua gol mereka ke gawang Swedia akhirnya tak berarti apa-apa.

Di lini belakang, Jerman rapuh. Loew memainkan tiga pasang bek tengah yang berbeda dalam tiga pertandingan. Tiga-tiganya tak terlihat meyakinkan. Di bawah mistar, performa Manuel Neuer saat menjadi kiper terbaik di Piala Dunia 2014 seperti tinggal kenangan saja.

Source :

Detik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


fifteen − 2 =