Soal Uang Khusus Tunanetra, Koalisi Jokowi Sebut Adik Prabowo Lucu

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga mengaku aneh dengan pernyataan Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi

Foto : Kompas / Rakhmat Nur Hakim

 

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga mengaku aneh dengan pernyataan Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo. Menurutnya, pernyataan Hashim terkesan sangat lucu.

Hal ini dikatakan Arya, setelah Hashim mengaku Prabowo-Sandi bakal mengeluarkan uang untuk kaum tunanetra sebagai bentuk kepedulian kubu 02 ini.

“Ini lucu sebenarnya pendapat Hashim. Karena, sejak dulu itu, 2016 itu sudah uang rupiah kita itu sudah bisa dikenali oleh kaum disabilitas. Jadi itu diraba pun, kaum disabilitas sudah tahu, berapa sebenarnya harga atau nilai dari uang rupiah tersebut,” ujar Arya saat dihubungi, Senin (19/11).

Dari pernyataan Hashim tersebut, politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo) ini menilai kapasitas adik Prabowo Subianto itu semakin ketahuan. Maksud Arya, Hashim tidak terlalu paham soal mata uang rupiah.

“Jadi kelihatan bahwa Pak Hashim itu enggak mengerti dan enggak paham kalau uang rupiah sekarang sudah bisa dikenali oleh kaum disabilitas seperti tunanetra,” tegasnya.

Lebih lanjut Arya mengatakan, tidak semua tunanetra menjadi tukang pijat. Sehingga dia mengeluhkan pernyataan Hashim. Pasalnya, kata Arya, pernyataan Hashim itu sama saja merendahkan kaum tunanetra.

“Ini kan lucu, tunanetra itu bukan hanya tukang pijat. Tunanetra itu banyak pekerjaannya, tidak hanya tukang pijat. Jadi, jangan direndahkan juga kalau tunanetra itu hanya jadi tukang pijat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Hashim menyampaikan komitmen kubu penantang terhadap penyandang disabilitas. Prabowo-Sandi siap memfasilitasi berbagai kebutuhan mereka.

Hashim mengatakan apabila pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 itu memenangi Pilpres 2019, mereka akan mewujudkan mata uang versi braille untuk tunanetra.

Menurut Hashim, mata uang braille penting karena banyak tunanetra bekerja sebagai tukang pijat. Tak sedikit dari mereka, yang kerap menjadi korban penipuan.

Source :

Jawapos

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


two × 3 =