Sekjen Gerindra: Dukungan SBY dan Demokrat pada Prabowo luar biasa

merdeka.com

 

Merdeka.com – Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, dukungan Partai Demokrat kepada pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi sangat luar biasa, walaupun beberapa gubernur kader Demokrat mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf. Gerindra juga tak merasa Demokrat berdiri di dua kali dalam Pilpres 2019.

“Kami merasa support dan dukungan Pak SBY dan kader Demokrat ke Pak Prabowo-Sandi luar biasa,” jelas Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/9) malam.

Prabowo, kata Muzani, juga telah mendapat penjelasan terkait kader Demokrat yang mendukung Jokowi-Ma’ruf. Prabowo juga memahami keputusan politik para kader Demokrat tersebut. Hal itu dinilai sebagai hak wajar dalam demokrasi.

“Jadi pembelahan partai terjadi dalam pemilihan bupati, walikota, gubernur. Selalu ada. Karena pemilihan kepala daerah adalah gabungan antara pemilihan figur dan parpol. Karena pemilihan figur dan parpol, selalu saja orang oleh partai yang sama atau yang bersangkutan berbeda pilihan,” jelasnya.

Perbedaan pilihan ini banyak sebabnya. Misalnya ada hubungan saudara dengan figur yang berbeda dengan parpolnya atau ada kepentingan yang berbeda.

“Itulah yang menyebabkan pembelahan tidak dapat dihindari. Sehingga dalam setiap pemilihan kepala daerah ada partai yang solid hampir tidak ada dalam catatan kami, termasuk dalam Pilpres. Sejak pemilihan langsung 2004, 2009, 2014 itu tidak ada parpol yang solid dalam Pilpres,” jelasnya.

Muzani mengatakan, Prabowo sangat memahami itu sebagai sebuah keadaan demokrasi. Pihaknya pun tak bisa memaksa pilihan-pilihan pribadi seseorang.

“Pak Prabowo juga sama sekali tidak memaksa gubernur dari Gerindra yang kita usung harus menentukan pilihan politiknya,” kata Muzani.

Kader Gerindra yang menang dalam Pilkada serentak lalu didorong untuk
menjalankan fungsinya yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk melaksanakan janji selama kampanye.

“Kita tidak minta dia masuk dalam tim sukses,” ujarnya.

“Kalau dalam pengusungan presiden kami tidak akan tarik-tarikan dia ke hal itu. Karena itu menjadi gawe kami dan seterusnya,” tutupnya.

Source :

merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


eleven − 7 =