Satu tahanan dievakuasi ke kantor polisi usai keributan di Rutan Berau

Ilustrasi Narapidana. ©2015 Merdeka.com

 

Suasana di Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur, hari ini kembali kondusif, usai perkelahian antar penghuni sel yang terjadi Selasa (24/10) kemarin. Seorang tahanan korban pengeroyokan, Sofyansyah, terpaksa harus dievakuasi ke sel Polres Berau, demi alasan keamanan.

Peristiwa perkelahian antarpenghuni sel Rutan itu, terjadi kemarin petang. Kejadian begitu cepat. Beruntung, petugas keamanan Rutan, sigap meredakan situasi mencekam saat itu.

“Ya, terjadi gangguan Kamtib jam 5 sore kemarin. Sekarang sudah stabil. Pemicunya, masalah dendam,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb Agus Dwijirianto, ditemui wartawan, Rabu (25/10).

Agus mengatakan, Sofiansyah, sempat dirawat di UGD karena menjadi korban pengeroyokan. Untuk keamanan warga binaan itu, dia dibawa ke Polres Berau.

“Sejauh ini, tidak perlu pengamanan khusus polisi. Cuma kemarin, ada patroli kepolisian setelah kejadian. Kejadiannya memang begitu cepat. Korban begitu sampai di Polrws, mengaku dikeroyok 4 orang. Dibon 2 orang (pelaku pengeroyokan),” ujar Agus.

Sementara Kasat Reskrim Polres Berau AKP Damus Asa menjelaskan, motif perkelahian dan pengeroyokan, diduga karena dendam terhadap korban.

“Kerabat korban jangan ambil tindakan lain. Serahkan penanganan kepada aparat penegak hukum. Ya, ini murni kriminal, perkelahian sesama tahanan dari sekitar sore kemarin,” terang Damus.

Usai kejadian, petugas telah mengamankan barang bukti 1 bilah kayu, yang digunakan salah seorang pelaku. “Kondisi korban sudah baik. Sempat luka dk tangan, kepala. Sekarang memang dititipkan di Polres Berau,” ujar Damus.

Peristiwa itu sendiri, berawal saat korban Sofyansyah, hendak masuk ke dalam sel, sekira pukul 17.00 Wita. “Pelaku dan korban beda sel. Bertemunya, korban mau masuk ke ruangan selnya, dikeroyok para pelaku,” ungkap Damus.

“Ada 2 terduga pelaku pengeroyokan (dibon) untuk dimintai keterangan. Ns (48) dan As (30). Tapi nanti kita kembalikan ke Rutan. Jadi memang korban ada dititipkan di Polres demi alasan keamanan,” pungkasnya.

Source :

merdeka

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


4 × 2 =