Prabowo Subianto Tegaskan Tak Boleh Kampanye di Ponpes

Calon presiden nomor urut 02 pada Pemilihan Umum 2019, Prabowo Subianto kembali menegaskan, sesuai dengan ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak boleh adanya kampanye di pondok pesantren.

Foto: Yusuf Tirtayasa / Akuratnews

 

Calon presiden nomor urut 02 pada Pemilihan Umum 2019, Prabowo Subianto kembali menegaskan, sesuai dengan ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak boleh adanya kampanye di pondok pesantren.

Prabowo mengaku selalu memegang komitmen agar tidak melanggar peraturan tersebut. Pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra itu diungkapkan saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW, di Pondok Pesantren Wali Songo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu malam (25/11).

“Sebuah kehormatan besar bagi saya hadir di tengah-tengah acara memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata dia.

“Saya juga kembali mengatakan kita tidak boleh melakukan kampanye di pondok pesantren. Karena itu saya ke sini tidak meminta dukungan dari para kiai, habaib karena bagi saya ulama dan habaib adalah guru, dan seorang guru pasti tahu yang terbaik untuk muridnya dan umatnya,” papar dia.

Pemilu Presiden 2019 diikuti dua pasangan kontestan, yaitu Joko Widodo-Ma’ruf Amin (nomor urut 01), dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Prabowo, seorang guru pada saatnya pasti memiliki keputusan terbaik untuk umat. “Jadi saya tidak meminta dukungan, tetapi secara jujur dan manusiawi saya berharap doa. Tolong doakan niat saya hanya mengabdi dan berbakti kepada rakyat dan kalau saya diridhoi oleh yang Maha Kuasa saya ingin berbakti kepada rakyat,” tuturnya.

Ia juga mengagumi sosok pahlawan nasional, KHR As’ad Syamsul Arifin, yang merupakan ayahanda dari KHR Moh Kholil As’ad.

Menurut Prabowo, pahlawan nasional itu yang merupakan pengasuh kedua Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, di Sukorejo, Situbondo, merupakan sosok kiai pemberani yang berjuang melawan penjajah demi NKRI.

“Melihat ‘antum-antum’ ini saya punya semangat baru dan energi baru, mungkin saya harus sering datang ke pondok di Jatim untuk mendapatkan energi-energi baru, mohon doanya agar niat baik ini hanya ingin berbuat baik untuk bangsa dan negeri kita,” katanya.

Source :

citizendaily

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


five × three =