Pengusaha dan PLN Masih ‘Buntu’ Tentukan Harga Batu Bara

Source : CNN

 

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengaku telah berbicara dengan pemerintah terkait tiga poin guna menyesuaikan harga batu bara yang sesuai untuk pembangkit listrik. Hal ini dilakukan seiring kenaikan harga batu bara yang terus terjadi.

Direktur Pengadaan Strategis PL Supangkat Iwan Santoso menjelaskan, tiga poin yang didiskusikan bersama pemerintah dan pengusaha, yakni harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP), cost plus margin, dan diskon dari Harga Batu Bara Acuan (HBA).

“Tadi dibahas, kalau ini bagaimana, ini bagaimana, ini bagaimana. Kira-kira begitu, tapi karena bingung juga ya sudah,” ujar Iwan, Senin (5/2).

Menurut Iwan, harga batu bara yang masuk akal bagi PLN maksimal US$60 per metrik ton. Dengan harga di kisaran tersebut, maka keuangan PLN bakal sehat dan perusahaan tambang batu bara diklaim masih meraup untung.

“Untuk sekarang pemerintah belum memutuskan. Pemerintah katanya komitmen akan mengambil keputusan, tapi tidak akan seenaknya juga,” tutur Iwan.

Ia melanjutkan, dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PLN tahun 2017 harga batu bara ditetapkan sebesar US$63 per metrik ton. Namun, harga batu bara justru melambung tinggi hingga menyentuh level US$80 per metrik ton.

“Ketika jadi US$80 per metrik ton itulah berdampak (ada kerugian) Rp14 triliun, tapi kami tidak bisa minta ganti nih,” jelas Iwan.

Mengacu pada HBA bulan Januari 2018, harga batu bara naik 1,6 persen menjadi US$95,54 per metrik ton dari bulan Desember 2017 yang masih berada di posisi US$94,04 per metrik ton.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir atau Boy Thohir mengemukakan, kemungkinan besar penyesuaian harga batu bara untuk pembangkit listrik akan dilakukan secara business to business (bisnis ke bisnis) atau antara produsen batu bara dengan PLN langsung.

Semula, keputusan terkait patokan harga batu bara akan diputuskan dalam pembicaraan bersama pemerintah, PLN, dan pengusahn. Namun, diskusi yang digelar ketiga pihak tersebut hingga kini belum juga menghasilkan patokan harga batu bara yang spesifik untuk pembangkit listrik, termasuk juga jika harga ditentukan secara bisnis.

“Kami belum bicara sedetil itu, tapi tadi Pak Menteri memberikan waktu nanti Rabu atau Kamis depan harus ketemu lagi,” terang Boy.

Lebih lanjut Boy mengklaim, pihaknya tidak akan memberatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dalam menentukan harga batu bara. Pasalnya, PLN telah menjadi mitra bisnis Adaro Energy selama 20 tahun.

“Hanya memang faktor-faktornya tidak mudah ya, karena ada komponen royalti, pajak, ada bagian pemerintah daerah juga. Tapi kami sangat paham untuk mencarikan solusi,” jelas Boy.

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono enggan berkomentar banyak mengenai pertemuan antara pemerintah, pengusaha, dan PLN hari ini. Menurutnya, semua penentuan harga batu bara untuk pembangkit listrik masih dibahas.

“Belum ada keputusan, masih dibahas,” ucapnya singkat.

Source :

CNN

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


6 − 1 =