Pencipta Kantor Berita Baru Jepang Dengan Teknologi Pemberitaan Sangat Cepat, Tertarik ke Indonesia

Photo: Richard Susilo

 

TRIBUNNEWS Tokyo – Pendiri dan pencipta Kantor Berita baru Jepang dengan teknologi AI (Artificial Intelligent) sehingga pemberitaan jadi sangat cepat, CEO JX Press, Katsuhiro Yoneshige (29), tertarik sekali untuk memasarkan produknya ke Indonesia.

“Saat ini kami sedang fokus pemasaran di Jepang dulu dan kenaikan penjualan sejak 2017 hingga kini 2018 mencapai 613% dan ini pasti akan terus berkembang di masa mendatang,” tekan Yoneshige khusus kepada Tribunnews.com kemarin (14/6/2018).

Aplikasi khusus ciptaannya perpedia media sosial dan AI tersebut memang membuatnya sedang naik daun saat ini, semua kantor media (pers) Jepang banyak mengincernya saat ini.

Ada dua kategori yang dibuatnya yaitu FastAlert yang ditujuan buat perusahaan dan berlangganan tidaklah murah (jutaan rupiah) per bulannya, serta aplikasi News Digest yang gratis bagi umum dengan iklan.

“Kalau Fast Alert tak ada iklan dan cepat sekali semua info masuk otomats dibuat jadi format berita yang baku dan resmi, langsung otomatis disalurkan ke pelanggan. Sedangkan yang garis ya belakangan, ada beda waktu,” jelasnya lagi.

Selain kecanggihan di bidang teknologi, tingkat kesulitan teknologi itu juga di bidang penguasaan kosa kata bahasa Jepang. Semua itu bisa diantisipasi dengan baik dan sempurna saat ini.

“Soal bahasa paling sulit bahasa Jepang karena stratanya sangat rumit. Sedangkan alfabet seperti bahasa Inggris jauh lebih mudah ketimbang bahasa Jepang menggunakan tiga karakter.”

Dengan demikian untuk pembuatan aplikasi serupa apabila diterapkan di Indonesia Yoneshige merasa yakin dengan mudah bisa diantisipasinya karena menggunakan bahasa Indonesia alfabet saja.

Dirinya yang pernah ke Bali satu kali bersama ke luarga, dalam waktu dekat menurutnya ingin sekali ke Indonesia untuk memperkenalkan produknya tersebut sehingga bisa mengantisipasi dengan baik kemulusan jalannya pemberitaan serta kecepatan pemberitaan itu sendiri.

Apabila masuk ke pasar Indonesia, tentu saja aplikasi pencari kosa kata yang ditargetkan adalah media sosial dalam bahasa Indonesia nantinya.

“Indonesia pasar yang potensial tentu saja saya tertarik untuk datang ke Indonesia dalam masa mendatang,” ungkapnya lagi kepada Tribunnews.com.

Kecepatan pemberitaan dan tidak perlu banyak orang untuk mengelola media massa berkat aplikasi teknologinya tersebut memang sangatlah terbantu bagi Jepang yang jumlah penduduknya jauh semakin berkurang saat ini.

Namun terlebih penting lagi adalah arus kecepatan informasi yang disampaikan ke masyarakat dengan pencarian otomatis “robot pencari berita” tersebut tampaknya jadi pendobrak ruang informasi di masa teknologi maju dewasa ini yang patut diacungkan jempol bersama.

Source :

tribunnews

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


five × 5 =