Pasar Kertosono Nganjuk Ludes Terbakar

Source: Internet

 

Hampir 90 persen dari 165 unit toko kios dan lapak di Pasar Kertosono di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ludes terbakar, Minggu (1/10) malam.

Kobaran api yang diduga pertama muncul dari toko elektronik Gema Elektro pukul 22.00 WIB itu, sampai dengan Senin (2/10) tadi pagi, masih belum berhasil dipadamkan 10 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar).

“Kobaran api cepat menjalar karena tiupan angin cukup kencang. Dari toko elektronik itu cepat menjalar ke belakang yang berjajar lapak-lapak pedagang pakaian jadi. Selama satu jam pertama, tidak kurang 12 toko dan 50-an lapak ludes diamuk si jago merah,” ujar Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Agus Irianto dikonfirmasi, Senin tadi pagi.

Dugaan sementara, kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh toko, kios, dan lapak di pasar itu terjadi akibat hubungan arus pendek (korsleting) aliran listrik di toko elektronik Gema Elektro.

Kencangnya embusan angin ditambah dengan lapak yang terbuat dari kayu, membuat si jago merah cepat menjalar. Baru Senin pagi pukul 05.00 WIB api benar-benar berhasil dipadamkan, tandas Agus Irianto sambil menyebutkan angka kerugian akibat kebakaran itu diprediksi mencapai puluhan miliar rupiah.

“Tidak ada isi dagangan yang ada di dalam toko, kios dan lapak yang bisa diselamatkan, karena kobaran api berlangsung cepat dan menyala hebat,” tandasnya.

Menurut petugas Damkar, pemadaman sulit dilakukan karena praktis di dalam pasar tradisional yang ramai setiap hari itu terlalu sempit jika tidak boleh disebut, tidak ada jalan evakuasi yang bisa digunakan petugas membawa slang air masuk ke dalam area pasar.

“Kami (Pemkab Nganjuk) akan berupaya semaksimal mungkin dan secepatnya mengembalikan fungsi dari pasar agar perekonomian dapat kembali normal,” tambah Agus Irianto.

Para pedagang yang sempat berdatangan ke pasar hanya bisa menatap toko, kios dan atau lapak yang penuh barang dagangannya ludes terbakar. Tidak ada yang bisa menyelamatkan kendati ada beberapa pemilik toko yang nekat menjebol pintu tokonya guna mengambil barang dagangannya.

“Saya melihat ada pemilik toko yang nekat menjebol pintu tokonya untuk mengambil uang daganganya yang disimpan di laci toko. Itu saja. (Barang dagangan) Lainnya, tidak sempat lagi,” ujar Nanik Handayani (49) salah seorang pemilik toko pakaian jadi yang baru saja kulakan senilai Rp 150 juta, ikut ludes terbakar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


7 + 17 =