Pasangan Esthon-Chris Ngaku Tak Butuh Persiapan Jelang Debat Pilgub NTT Putaran I

Source : okezone

 

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Esthon Foenay-Chris Rotok mengaku tidak butuh persiapan khusus menghadapi debat putaran I yang akan digelar di Studio INews TV Jakarta, Kamis 5 April mendatang.

“Kalau masalah ekonomi dan infrastruktur, kami cukup tahu karena bertahun-tahun menggelutinya di NTT. Tidak ada persiapan khusus. Kami hanya mencoba menyesuaikan untuk menjawab atau bertanya sesuai durasi waktu yang sudah ditetapkan KPU,” kata Esthon Foenay di Kupang, Selasa (3/4/2018).

Wakil Gubernur NTT 2008-2013 itu mengatakan persoalan infrastruktur dan ekonomi di provinsi berbasis kepulauan itu masih butih perhatian serius dengan pola pendekatan yang lebih mengedepankan peran serta masyarakatnya. Pemerintah desa dan kelurahan kata dia, harus diberi peran dalam pengelolaan itu. “Desa dan kelurahan yang paling tahu kebutuhannya,” katanya.

Semua kondisi dan kebutuhan itu sudah terpolarisasi dalam rancang bangun program kerja lima tahun ke depan. “Jadi kami tidak perlu lagi ada persiapan khusus. Kami sudah sangat kuasai persoalan ini dan bagaimana cara penuntasannya,” katanya.

Segala potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah ini, kata Esthon, akan menjadi daya dorong bagi terciptanya pola penerapan program yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat daerah ini.

“Tinggal bagaimana pemimpin meramunya untuk kepentingan masyarakatnya. Jangan hanya sekadar janji,” lanjut Esthon.

Dalam konteks debat tersebut, Esthon meminta doa restu dari seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur agar pelaksanaan debat tersebut bisa berjalan lancar. “Kami butuh doa restu masyarakat NTT semuanya agar pelaksanaan debat nanti di Jakarta berjalan lancar,” kata Esthon.

Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Timur, merancang debat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur selama tiga tahap yaitu, tahap I pada 5 April, tahap II di bulan Mei dan di tahap III pada Juni mendatang. Debat tiga tahap itu dilakukan di stasiun TV INews di Jakarta.

Juru Bicara KPU NTT Yosafat Koli mengatakan, debat dilakukan di Jakarta karena keterbatasan anggaran yang dimiliki. Dia mengatakan alokasi anggaran yang ada untuk pelaksanaan debat hanya Rp1,6 miliar dan itu untuk tiga kali pelaksanaan.

Artinya setiap kali debat akan memakan anggran Rp500 juta. Sementara jika harus dilakukan di Kupang maka anggaran yang harus disediakan sekali debat senilai Rp3 miliar lebih. Artinya untuk tiga kali debat harua teralokasi anggaran Rp9 miliar lebih.

“Karena kondisi anggaran itulah maka pelaksanaan debat dilakukan di jakarta dan tidak bisa dilakukan di Kupang,” katanya.

Terhadap iNews TV sebagai stasiun televisi yang menjadi penyelenggara debat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Yosafat mengatakan telah melalui proses tender sesuai perintah peraturan yang ada. “Saat berproses yang menjadi pemenang adalah iNews TV dan karena itu maka diputuskan dilaksanakan di jakarta,” katanya.

Dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT serentak 2018 ini, terdapat empat kontestan masing-masing Esthon Foenay-Chris Rotok, Marianus Sae-Emiliana Nomleni, Benny K Harman-Benny Litelnoni serta pasangan calon Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi.

Source :

okezone

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


three × 4 =