Pak Anies Tolong! Puluhan Rumah di Jalan Raya Lodan Hampir Ambruk

Puluhan rumah di Jalan Lodan Raya, Pademangan, Jakarta Utara nyaris ambruk.

Ilustrasi: turuntangan

 

Puluhan rumah di Jalan Lodan Raya, Pademangan, Jakarta Utara nyaris ambruk. Lantaran pengerukan kali yang dilakukan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara Jumat (16/11).

Puluhan bangunan berupa rumah itu hampir ambruk dan hampir merangsak masuk ke dalam kali, dikarenakan pondasi bangunan tersebut juga kosong.

Menurut Juarsih, 48, salah seorang warga setempat mengatakan, jika amblasnya bangunan dikarenakan alat berat beckhoe yang digunakan pihak Sudin SDA Jakarta Utara untuk merobohkan pohon di bantaran kali anak Ciliwung itu.

Foto : Gobang Mahardika/ JawaPos

“Itu karena alat berat dari SDA yang ngerobohin pohon asem yang ada di pinggiran kali. Pas pohon kecabut, itu tanah sama akarnya kan ikut semua. Jadi ambrul tuh,” ungkap Juarsih pada JawaPos.com Minggu (18/11)

Bukan hanya pohon, Juarsih juga menuturkan, pihak Sudin SDA Jakarta Utara juga mengeruk untuk mengambil sebuah bongkahan besi berukuran besar. “Bukan cuma keruk itu aja, mereka juga ambil harta karun disitu. Kayaknya itu mesin kapal jaman dahalu yang terpendam disitu,” tuturnya.

Sementara Rosma Eli, 53, salah seorang penghuni rumah yang tinggal sementara di pengungsian di sekitaran Jalan Lodan Raya, dekat dengan lokasi rumahnya yang hampir ambruk karena longsor itu mengatakan hal serupa.

“(Hampir ambruk) Gara-gara tadinya ada pohon tumbang (akibat beckhoe). Setelah pohon tumbang, karena keseringan dikeruk jadinya amblas,” jelas Rosma Eli di pengungsian.

Sukarna 47, juga ikut mengungsi, karena rumah yang dihuninya juga ikut terkena dampak dari pengerukan kali tersebut. Dirinya mengaku, sejak rumah yang dihuninya itu hampir roboh, belum ada pihak dari Sudin SDA Jakarta Utara memberikan perhatian terhadapnya. “Belum, belum ada kabar sampai kesitu,” ucapnya.

Dari kejadian itu Sukarna dan beberapa pengungsi lainnya berharap agar diperhatikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera menangani hal tersebut.

“Pak Anies tolong kami. Kami sampai mengungsi begini karena takut rumah kami ambruk,” pungkas dia.

Sementara itu, Lurah Ancol, Sumpeno mengklaim hanya tiga rumah warga di RT 001/008 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, ambruk, Minggu (18/11). Penyebab ambruknya rumah akibat turap Anak Kali Ciliwung ambles.

“Kejadian amblesnya turap Anak Kali Ciliwung itu semalam, Sabtu (17/11). Sebenarnya amblesnya ini susulan, sudah dua kali. Alhasil, tiga rumah warga di RT 001/008 di Kelurahan Ancol, ambruk. Tidak ada korban jiwa,” ungkap Lurah Ancol, Sumpeno.

Menurut Sumpeno, tiga rumah yang ambruk di RW 008 itu dihuni oleh 6 Kepala Keluarga (KK) atau 21 jiwa. Sehingga, 21 jiwa tersebut sudah mengungsi di tenda darurat, tepatnya di areal perikanan Pelabuhan Sunda Kelapa.

“Ketiga rumah itu masing-masing dihuni cukup banyak KK. Ditotal ada 21 jiwa. Semuanya, kini telah mengungsi dekat pintu Pelabuhan Sunda Kelapa,” ujarnya.

Amblesnya turap akibat longsor ini, dikatakan Sumpeno tengah dilakukan perbaikkan. Ia pun tidak tahu kapan rampungnya perbaikan turap tersebut.

“Turapnya sekarang lagi diperbaiki saat ini ya,” singkatnya.

Source :

Jawapos

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


7 + 15 =