Menolak Mundur, Novanto Dianggap Membebani Jokowi-JK

 

Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris mengkritik sikap Ketua DPR Setya Novanto yang tidak mundur dari jabatannya. Padahal, Novanto sudah berstatus tersangka.

“Bagi saya, kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka, detik itu pula harus mundur (dari jabatan Ketua DPR) dan juga sebagai Ketum Golkar,” ujar Syamsuddin dalam diskusi yang berlangsung di Hotel Atlet Century, Jakarta Pusat, Rabu (19/7/2017).

Syamsuddin menilai penolakan Novanto mundur dari jabatannya juga membawa dampak tak baik. Termasuk terhadap pemerintahan Jokowi-JK. “Bagi Jokowi-JK, itu beban. Beban kalau Setnov tidak mundur,” katanya.

Dia heran dengan pernyataan Golkar soal dukungan ke Jokowi-JK meski Novanto tersangka. Hal itu dianggap tidak ada hubungannya. “Dijelaskan sekjen Golkar, kalau saya nggak salah, bahwa Golkar tetap mendukung Jokowi-JK. Apa hubungannya dukung Jokowi-JK sama Setya Novanto tidak mundur? Malah beban,” tururnya.

Syamsuddin menambahkan bahwa sikap Golkar juga akan berpengaruh buruk terhadap tingkat elektabilitas partai. Elektabilitas itu juga berkaitan dengan pemilihan mendatang. “Itu akan berdampak bagi elektabilitas Golkar, baik untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019,” tuturnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


1 × three =