Menang Pemilu Turki, Ini Empat Tantangan Berat Erdogan

Photo by Chris McGrath/Getty Images

 

Recep Tayyip Erdogan keluar sebagai pemenang pemilu Turki dengan meraih lebih dari 50 persen suara berdasarkan hitung cepat beberapa media. Erdogan dipastikan kembali menjadi Presiden Turki.

Kemenangan Erdogan yang diusung AKP atau Partai Keadilan dan Pembangunan juga membuat Erdogan menjadi presiden pertama Turki di bawah sistem konstitusi yang baru, yakni sistem presidensial.

Menurut dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Muhamad Syauqilah, angka 50 persen yang diraih Erdogan sejatinya tak jauh beda dengan perolehan suara pada pemilu presiden 2014, di mana pada saat itu Erdogan meraih 53 persen suara.

“Yang agaknya unik, perolehan Erdogan stagnan, tidak diikuti oleh AKP, di mana AKP mengalami defisit suara yang cukup tajam, sekitar 42 persen, terkoreksi 7 persen. Pada 2015 AKP mencatatkan suara 49 persen,” kata Syauqilah di kampus UI Salemba, Senin (25/6/2018).

Yang tak kalah menarik, lanjut dia, adalah suara rival terkuat Erdogan, Muharrem Ince yang diusung Partai Rakyat Republik (CHP) sebesar 30 persen untuk pemilu presiden. Padahal CHP dalam pemilu parlemen meraih 22 persen suara. Ince diprediksi akan menggantikan Kemal Kilicdaroglu sebagai Ketua Umum CHP.

Menurutnya, perolehan suara Erdogan dan Ince, sebagaimana juga terjadi di negara lain, tidak linier antara kandidat capres dengan partai pengusungnya.

“Kemenangan satu putaran mengokohkan Erdogan sebagai tokoh sentral dalam politik di Turki. Hampir dua dekade, berkuasa dan tidak banyak koreksi elektoral atas kebijakannya selama berkuasa,” ujarnya.

Syauqilah yang juga analis politik Timur Tengah ini mengatakan bahwa situasi ekonomi internal Turki yang mengalami inflasi 11,97 persen, kemudian situasi pasca-percobaan kudeta 16 Juli, masalah keamanan dalam negeri dan konflik Suriah serta kondisi geopolitik Timur Tengah, tidak berpengaruh banyak untuk mengoreksi keterpilihan Erdogan.

Pada titik itulah, menurut Syauqilah, ada empat tantangan berat yang menanti Erdogan. Pertama, memperbaiki ekonomi dengan menekan angka inflasi yang sejak 2015 hingga 2017 terus menanjak naik.

Kedua, percepatan akselerasi kebijakan dengan sistem presidensial dari parlementer dalam birokrasi pemerintahan ke depan.

Ketiga, masalah terorisme dan konflik dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), stabilitas keamanan dan partisipasi dalam kerangka damai konflik Suriah perlu mendapat perhatian.

Keempat, bagaimana mengimplementasikan sistem presidensial dalam kerangka koalisi dengan Partai Rakyat Nasionalis (MHP).

“Saya berharap di bawah kepemimpinan Erdogan untuk periode kedua ini, empat persoalan krusial Turki ada solusi terbaik demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Turki,” katanya.

Source :

Sindo News

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


15 − 8 =