Memberdayakan Kreativitas Perempuan

Ekonomi kreatif adalah salah satu bidang yang bisa membuka banyak lapangan kerja.

Foto : ANTARA / RIVAN AWAL LINGGA

 

Ekonomi kreatif adalah salah satu bidang yang bisa membuka banyak lapangan kerja. Peran perempuan sangat penting dalam industri kreatif, seperti di sektor busana, kuliner, dan kerajinan tangan. Karena itu memberdayakan perempuan adalah kebijakan ekonomi yang cerdas.

Demikian pesan yang ingin disampaikan dalam acara Empower Women in Spark yang berlangsung selama 3 hari (29 November-1 Desember 2018) di Nusa Gastronomy Jalan Kemang Raya Jakarta. Acara yang menampilan talkshow, fashion show dan bazaar ini dihadiri banyak perempuan sosialita Jakarta. Ini adalah salah satu contoh kontribusi besar dari para perempuan untuk ekonomi kreatif.

Foto : Dessy Safitri

Selama ini perempuan sudah banyak berperan untuk meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif bagi pertumbuhan serta pembangunan ekonomi nasional. Pada 2016, sektor ekonomi kreatif menyumbang 7,44% terhadap perekonomian nasional dan produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif tumbuh 4,95%.

Foto : Dessy Safitri
Foto : Dessy Safitri

Rita Pusponegoro, Presiden Women’s International Club, menjadi salah satu nyonya rumah dalam acara ini. Rita, ibunda pendiri komunitas Indo Runners Reza Pusponegoro ini kenal baik dengan para duta besar negara sahabat dan istri mereka. Seperti kedekatannya dengan istri Duta Besar Jepang untuk ASEAN, Yukari Sunaga, yang membawakan acara bertajuk Yukari’s Japanese Style Traditional to Contemporary pada Sabtu (1/12).

Foto : Dessy Safitri

Yukari yang juga hobi menyanyi ini menampilkan ide-ide kreatifnya dalam padu padan menggunakan kimono dan berbagai busana tradisional Jepang lainnya menjadi gaya busana kontemporer yang sangat keren untuk dipakai dalam berbagai kesempatan.

Foto : Dessy Safitri

Pada hari pertama (29/11) Sendy Yusuf, istri politisi Dede Yusuf yang juga mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, bertindak sebagai host acara yang bertajuk Wastra Indonesia: Creative design with Batik Jawa Barat with no cutting and no sewing. Berbagai kreasi Batik Jawa Barat, warisan budaya yang dibina Sendy sebagai Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat, ditampilkan di sini, Ajang ini sekaligus menjadi sarana untuk melestarikan dan mengembangkan potensi batik di Jawa Barat.

Foto : Dessy Safitri

Pemilik Artkea, Tini Sardadi, juga tampil membawakan inspirasi dan kiat-kiat bisnis yang sukses. Tini mendirikan Artkea tahun 1993 dengan menjual aksesoris rambut yang dibuatnya sendiri. Kini Artkea merupakan brand asesoris yang sangat terkenal dalam dunia mode di Indonesia. Fashion show bertema Romantic White by Lace Artkea pun tampil di sini, bersama dengan Sogan Elegan by Riana Kesuma.

Foto : Dessy Safitri
Foto : Dessy Safitri
Foto : Dessy Safitri

Hari kedua (30/11) tema yang ditampilkan adalah Classic Women in Style dengan peragaan busana oleh Klambi Abite dan Amithya. Selain itu adatalk show berjudul “Understanding Gastronomy to love Indonesian food more” yang dibawakan oleh Ria Musiawan dari Indonesian Gastronomy Association.

Foto : Dessy Safitri

Pada hari ketiga, peragaan busana dimeriahkan oleh brand fashion Sisan, Salaga, Le Boudoir, Culture Edge dan Cristina Satori. Cristina Satori, perancang busana mewah dan elegan ini adalah perempuan Rumania yang tinggal di Bali. Walaupun tidak pernah belajar khusus mengenai mode, Cristina memiliki banyak ide kreatif tentang busana dengan mengikuti trend mode, mengobservasinya dan akhirnya menciptakan kreasi gaya unik dari inspirasinya sendiri.

Foto : Dessy Safitri
Foto : Dessy Safitri

“Saya suka tantangan dan saya sangat percaya bahwa tidak ada yang mustahil. Lima tahun yang lalu, saya tinggal di Italia dan mengelola perusahaan yang membuat produk daging, seperti salami, sosis, pastrami, dan lain-lain. Sekarang? Saya seorang perancang busana yang tinggal di surga tropis Bali! Dan itu hanya karena semua dimulai dalam pikiran Anda: apa yang Anda berikan kekuatan memiliki kekuatan atas Anda jika Anda mengizinkannya.”

Foto : Dessy Safitri

Seperti juga tema acara ini soal kekuatan dan pemberdayaan perempuan, Semuanya bermula dari pemikiran yang kita berikan kekuatan jika kita mengizinkannya.

Foto : Dessy Safitri

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


eleven + 6 =