Mayat Pria di Ruko Maharaja Depok, Sempat Dilaporkan ke Polisi karena Curi Motor

Source: Internet

 

Sesosok mayat laki-laki dengan luka memar di wajah ditemukan di pinggir Ruko CBD Maharaja di Jalan Sawangan, RT 1, RW 11, Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Depok, Kamis (28/9/2017) pagi.

Temuan ini sempat menggegerkan warga sekitar dan warga yang melintas di depan ruko.

Dari hasil identifikasi dan temuan KTP di tubuh mayat diketahui korban adalah Rhasi Jifni Yunika Oktavian (27), warga Jalan Lodan Raya RT 5, RW 2, Bandarharjo, Semarang Utara, Jawa Tengah.

Sesosok mayat laki-laki dengan luka memar di wajah ditemukan di pinggir Ruko CBD Maharaja di Jalan Sawangan, RT 1, RW 11, Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Depok, Kamis (28/9/2017) pagi.

Sesosok mayat laki-laki dengan luka memar di wajah ditemukan di pinggir Ruko CBD Maharaja di Jalan Sawangan, RT 1, RW 11, Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Depok, Kamis (28/9/2017) pagi. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Fauzan (25) rekan korban, menuturkan sebelum ditemukan tewas korban diketahui sedang mabuk berat pada Kamis dinihari sekira pukul 02.00 dan berada di kawasan ruko Maharaja.

Saat itu kata Fauzan, ia dan rekannya sempat membawa Rhasi ke Polsek Pancoran Mas, Depok, untuk melaporkan pencurian motor yang dilakukan Rhasi.

“Motor yang dicuri adalah Yamaha Mio, milik teman saya Nita. Karenanya kami bawa Rhasi yang mabuk berat ke kantor polisi untuk dilaporkan,” kata Fauzan, Kamis (28/9/2017).

Menurutnya pencurian dilakukan saat Rhasi main ke rumah Nita di Kampung Kekukpu, Pancoran Mas, Depok.

Namun karena Nita tidak membawa kelengkapan berkas motor dan Rhasi dalam keadaan mabuk berat, polisi menyuruh mereka pulang dan melengkapi berkas atau surat bukti kepemilikan motor.

Dan akhirnya, Rhasi ditemukan tak bernyawa di depan Ruko CDB Maharaja, Pancoran Mas, Depok, Kamis pagi.

Sesosok mayat laki-laki dengan luka memar di wajah ditemukan di pinggir Ruko CBD Maharaja di Jalan Sawangan, RT 1, RW 11, Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Depok, Kamis (28/9/2017) pagi.

Sesosok mayat laki-laki dengan luka memar di wajah ditemukan di pinggir Ruko CBD Maharaja di Jalan Sawangan, RT 1, RW 11, Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Depok, Kamis (28/9/2017) pagi. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

“Selain mencuri motor, yang bersangkutan juga mencuri semua pelaratan pembuatan tato senilai Rp 6 juta milik saya,” kata Fauzan.

Kapolsek Pancoran Mas Komisaris Roni Wowor membenarkan keterangan Fauzan, rekan korban.

Dari keterangan Fauzan pula, diduga korban meninggal akibat kebanyakan minum miras.

“Sebab ada kantong plastik berisi botol mineral yang isinya miras oplosan, di samping mayat korban,” kata Roni, Kamis.

Ia mengatakan oleh rekannya, yakni saksi Fauzan, korban sempat diberi minum air mineral saat ditemukan Kamis pagi. “Namun hal tersebut tidak menolong korban,” katanya.

Roni mengatakan hasil identifikasi sementara ditemukan ada luka memar di wajah sebelah kiri korban.

Namun diduga luka memar itu akibat korban terjatuh karena mabuk.

“Sementara di badannya tidak ada tanda kekerasan lain,” katanya.

Seperti diketahui sesosok mayat laki-laki di pinggir Ruko CBD Maharaja di Jalan Sawangan, RT 1, RW 11, Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Depok, menggegerkan warga, Kamis (28/9/2017) pagi.

Keberadaan mayat diketahui oleh warga yang melintas di ruko, sekitar pukul 08.00.

Mayat ditemukan tergeletak dan bersender di tembok di seberang ruko.

Kondisi jenasah mengenakan baju kaos hitam dan celana panjang jins warga hitam.

Temuan ini dilaporkan warga ke polisi yang langsung datang ke lokasi kejadian.

Dari identitas atau KTP di dompet korban diketahui bahwa jenasah adalah atas nama Rhasi Jifni Yunika Oktavian (27), warga Jalan Lodan Raya RT 5, RW 2, Bandarharjo, Semarang Utara, Jawa Tengah.

Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa terdapat luka memar di wajah korban.

Kasubag Humas Polresta Depok, Ajun Komisaris Polisi Sutrisno menuturkan pihaknya langsung melakukan identifikasi dan pengamanan TKP usai mendapat laporan warga.

“Dari identitas di KTP nya, korban merupakan warga Semarang Utara, Jawa Tengah, sudah menikah, dan tidak mempunyai keluarga di Jakarta,” kata Sutrisno, Kamis (28/9/2017).

Menurutnya dari hasil identifikasi sementara, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab tewasnya korban, meski ditemukan sejumlah luka memar di tubuhnya.

“Apakah itu merupakan tanda kekerasan, masih dalam pendalaman dan penyelidikan,” kata Sutrisno.

Karenanya kata dia polisi membawa jenasah ke RS Polri Kramatjati, untuk divisum dan otopsi, guna memastikan penyebab tewasnya korban.

Selain itu kata Sutrisno, polisi juga tengah berupaya menghubungi keluarga korban yang berada di Jawa Tengah.

Source :

Warta Kota

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


four × 1 =