Masker Wajah dari Sake Pertama di Dunia, Ini Manfaatnya

Source : internet

 

Masker wajah dari sedimen atau ampas sake untuk kali pertama di dunia telah diciptakan. Makser tersebut diklaim memiliki banyak manfaat untuk kulit.

Produk kecantikan ini dibuat dari kandungan bahan yang disebut dengan sake kasu. Ampas yang digunakan merupakan sisa dari proses pembuatan sake, atau wine Jepang yang terbuat dari beras.

“Sake kasu memiliki banyak mineral yang baik,” kata Miki Tameishi, terapis pijat bersertifikat di Wellington, Selandia Baru.

Pemilik Hana Akari yang membuat masker tersebut menyatakan bahwa masker itu mengandung banyak manfaat yang baik untuk kulit, seperti asam kojic yang dapat mengurangi produksi melanin, sehingga dapat mencerahkan kulit dan bintik-bintik hitam serta tanda-tanda penuaan lainnya.

“Masker ini bagus untuk kulit kering, karena mengandung asam amino, yang berfungsi sebagai pelembap alami. Selain itu, juga bagus untuk antipenuaan karena mengandung banyak vitamin B,” tutur Miki.

Dia menjelaskan, vitamin B berfungsi membantu regenerasi kulit yang melambat seiring dengan bertambahnya usia. Semua nutrisi ini akan diserap kulit dan dialirkan oleh darah.

Sementara itu, perawatan kecantikan ini juga dicampur dengan tanah liat putih dan yuzu atau buah jeruk Asia. Kandungan vitamin C dalam yuzu tiga kali lebih banyak dibanding lemon, yang juga dianggap memiliki sifat antipenuaan.

Miki mengklaim bahwa masker yang dibuatnya menggunakan bahan alami dan tidak memakai bahan pengawet. Selain itu, tidak diekstrasi atau dimodifikasi secara genetik. Dia menyakini bahwa masker yang terbuat dari bahan alami lebih efektif dibandingkan krim konvensional yang diproduksi secara massal meski sama-sama mengandung sake kasu.

“Ini hanya beras yang difermentasi, yang banyak mengandung bakteri baik, mirip dengan natto (kacang kedelai yang difermentasi) atau kombucha,” ujarnya.

Dia menjelaskan, telah menggunakan sake kasu selama lebih 20 tahun. Banyak wanita Jepang membuat sendiri masker wajah dari sake. Karena itu, sejak dia pindah ke Selandia Baru pada 2011 silam, dia bekerja sama dengan pembuat wine di Qeenstown, Zenkuro Sake untuk menyuplai bahan tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


5 × 3 =