KPAI: Jangan Ekspolitasi Anak untuk Kampanye Pemilu 2019

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan kepada seluruh kontestan peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 untuk tidak mengeksploitasi anak untuk berkampanye.

Foto : DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS

 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan kepada seluruh kontestan peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 untuk tidak mengeksploitasi anak untuk berkampanye. KPAI juga siap untuk mengawal serta melindungi anak dari upaya pemberdayaan dan penyalahgunaan pada kegiatan politik.

Pernyataan itu disampaikan langsung KPAI Susanto di kantor KPAI, Jakarta, kemarin saat menerima Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf dan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Prabowo-Sandiaga.

“Anak-anak harus dilindungi dari penyalahgunaan untuk kegiatan politik, karena kondisi anak hari ini akan menentukan masa depan bangsa Indonesia mendatang,” kata Suanto kepada awak media.

Susanto menjelaskan, KPAI akan bertemu dengan KPU untuk menyamakan pandangan penting untuk mengutamakan perlindungan anak dalam pemilu.

KPAI juga telah mengundang para elite partai politik untuk menyamakan persepsi dan menandatangani komitmen agar partai politik memilih calon kepala daerah, calon anggota legislatif, dan capres-cawapres yang memiliki komitmen perlindungan anak.

Menurut dia, sebagai tindaklanjut dari langkah-langkah yang telah dilakukan, KPAI mengundang tim sukses dari kedua pasangan capres-cawapres. “Kedua tim sukses itu hadir ke kantor KPAI Pusat, sesuai dengan komitmen untuk melaksanakan saran dari KPAI,” katanya pula.

Saran dari KPAI meliputi, pertama, tim sukses berkomitmen untuk menguatkan program perlindungan anak dari capres-cawapres yang diusung.

Kedua, tim sukses berkomitmen untuk tidak menyalahgunakan anak dalam kegiatan politik. Kerentanan anak disalahgunakan dalam kegiatan politik cukup tinggi, sehingga peran tim sukses sangat menentukan.

“Melibatkan anak dalam kegiatan politik uang agar memilih pasangan calon tertentu, melibatkan anak melakukan ujaran kebencian terhadap pasangan calon tertentu, serta melibatkan anak sebagai juru kampanye, merupakan bagian contoh dari 15 poin yang dikategorikan sebagai penyalahgunaan anak dalan kegiatan politik,” katanya.

Source :

Citizendaily

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


6 + 2 =