Komposisi Pemegang Saham LPKR Berubah Jelang Right Issue, Ada Apa?

Source : internet

 

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melaporkan telah terjadi perubahan komposisi pemegang saham. Hal ini terjadi jelang realisasi dari pelaksanaan right issue yang bakal dilakukan perusahaan milik Grup Lippo ini.

Dalam laporannya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ada pemegang saham baru di LPKR. DBSG SA DBITSL AS SEC.AGENT FOR PT INTI AP (LIPPO) – 2042224006 kini menguasai 2,16 miliar lembar saham LPKR, atau setara 9,38%.

Alamat yang dipergunakan oleh entitas ini adalah di Menara Imperium Lantai 29 Suitte A, B, C dan D, Jakarta. Alamat ini sama dengan yang dipergunakan oleh pemegang saham lainnya, yakni Bank Julius Baer Co Ltd, S/A PT Inti Anugrah Propertindo Pledged ACC yang menguasai 8,23% saham LPKR dan PT Inti Anugrah Pratama yang memiliki 0,07% saham LPKR.

Selain itu, ada juga DB AG SG DCS CL AC MAD PT PLT OBO PT INTI AN PR-864134239 yang memiliki sebanyak 5,56% saham LPKR. Dengan demikian, 4 entitas yang teridentifikasi sebagai PT Inti tersebut menguasai 23,24% saham LPKR. Empat entintas ini sendiri diklaim sebagai lembaga asal Indonesia.

Right Issue

Di sisi lain, LPKR berencana melakukan right issue alias penawaran umum terbatas IV kepada pemegang saham perseroan dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Perseroan menawarkan 948,8 juta lembar saham atau sebanyak 4% dari total saham yang beredar. Harga pelaksanaan saham tersebut Rp635, dengan demikian nilai total right issue ini mencapai Rp602,19 miliar.

Dalam prospektus yang diserahkan kepada BEI, digarisbawahi jika investor tidak melaksanakan HMETD, maka kepemilikan sahamnya di LPKR berpotensi turun sampai 4%.

Setiap pemagang 24 lembar saham LPKR berhak atas 1 HMETD, yang bisa digunakan untuk membeli 1 saham right issue tersebut.

Saham yang akan diterbitkan dalam rangka PUT IV ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. HMETD dapat diperdagangkan di BEI serta di luar Bursa Efek selama 5 hari bursa mulai tanggal 20 Maret 2018 sampai dengan tanggal 23 Maret 2018 dan 26 Maret 2018.

Pencatatan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di BEI pada tanggal 20 Maret 2018. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 26 Maret 2018 sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan pada tanggal tersebut tidak berlaku lagi.

PT Inti Anugerah Pratama selaku pemegang saham utama akan melaksanakan seluruh HMETD yang akan diperolehnya dan oleh karenanya akan mengambil bagian seluruh HMETD yang dimilikinya sesuai dengan porsi pada tanggal daftar pemegang saham yang berhak untuk memperoleh HMETD.

Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka Pembeli Siaga, yaitu PT Ciptadana Capital (terafiliasi) akan membeli semua sisa saham yang tidak diambil bagian tersebut dengan harga yang sama dengan harga pelaksanaan, yaitu Rp635 setiap saham yang seluruhnya akan dibayar secara tunai.

Source :

okezone

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


12 − 11 =