Komitmen hadirkan Pemilu damai di Serambi Mekkah

merdeka.com

 

Merdeka.com – Gong Pemilu 2019 sudah mulai ditabuh. Nomor urut partai politik, nomor urut calon presiden hingga daftar caleg sudah ditetapkan. Masing-masing tim kampanye pun mulai bergerilya mencari dukungan.

Tahun ini untuk pertama kalinya dalam sejarah digelar Pemilu serentak. Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR hingga DPRD. Semua kader partai, tim pemenangan mulai bergerak ke segala lini masyarakat.

Pemilu damai dideklarasikan. Tidak hanya di ibu kota Jakarta, tapi juga di berbagi daerah. Karena pemilu sejatinya merupakan pesta rakyat. Rakyat menjadi pemilik suara tertinggi untuk menentukan pemimpin bangsa di masa mendatang.

Deklarasi damai digelar agar peserta pemilu tidak melakukan kampanye hitam, tidak menyebar informasi bohong. Aceh, dengan julukan Serambi Mekkah, menggelar Deklarasi Kampanye Damai di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Aceh deklarasi ini terlebih dahulu dimulai dengan Senam Jantung Sehat.

Sebelum diklarasi dimulai, tampak para pengurus partai mulai mempersiapkan kendaraan. Mulai dari mobil, becak dan lainnya. Kendaraan itu digunakan untuk pawai keliling kota Banda Aceh.

“Kampanye Anti-SARA dan Anti-hoaks untuk Pemilih Berdaulat dan Negara Kuat.” Begitulah tema yang diusung dalam deklarasi kampanye damai pemilu 2019. Deklarasi ini diikuti unsur Forkopimda dan peserta Pemilu 2019, penggiat Pemilu dan masyarakat.

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh meminta peserta pemilu berkampanye dengan cara-cara yang baik. Tidak melakukan intimidasi, teror dan menyebarkan berita hoaks maupun menyinggung SARA.

“Jaga semangat kebersamaan untuk mewujudkan demokrasi dan Pemilu 2019 dapat terlaksana dengan baik di Aceh,” kata Wakil Ketua KIP Aceh, Tharmizi, Minggu (23/9).

Tharmizi menegaskan, deklarasi kampanye damai ini bukan hanya sekadar serimonial belaka. Seluruh konstestan pemilu harus menjaga komitmen bersama menciptakan suasana pesta demokrasi yang kondusif.

Deklarasi sebagai awal kampanye juga disertai penandatanganan deklarasi pemilu damai dan ikrar kampanye oleh seluruh pimpinan partai politik maupun anggota DPD. Para peserta Pemilu 2019 juga melakukan pelepasan burung merpati bersama, sebagai simbol damai.

Pemilu 2019 akan diikuti dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Nomor urut 01, pasangan Joko Widodo Maruf Amin. Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto Sandiaga Salahuddin Uno.

Untuk calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), sebanyak 1.298 calon akan bersaing memperebutkan 81 kursi dewan. Sementara untuk anggota DPD dari Aceh, tercatat sebanyak 26 orang calon.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menuturkan, deklarasi bersama ini guna mendorong semua pihak mendukung terciptanya Pemilu damai. Tidak hanya sekadar seremonial, tetapi harus dipatuhi semua pihak. Sehingga menjadi landasan untuk menghadirkan semangat pemilu yang berkualitas.

“Kita sudah bosan dengan konflik dan penderitaan. Saatnya Aceh bergerak mengejar ketertinggalannya. Hanya dalam suasana damai, pembangunan akan berjalan dengan lancar. Oleh sebab itu, demi Aceh yang sejahtera, maka Pemilu Damai 2019 mutlak harus kita wujudkan,” ungkap Nova.

Nova berpesan agar para peserta Pemilu menyampaikan gagasan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Untuk itu wajib mengingatkan para kandidat agar senantiasa bertanggungjawab terhadap masyarakat pemilihnya.

“Pemilu itu sesungguhnya adalah persaingan para kandidar dalam merebut hati masyarakat, melalui visi-misinya. Bukan persaingan sesama masyarakat dalam memberikan dukungan kepada masing-masing kandidat,” tegasnya.

Dia juga mengajak seluruh partai politik, ulama, tokoh mayarakat, akademisi dan seluruh elemen masyarakat menyukseskan pemilu dan tak terpengaruh kabar bohong serta tak menyebar ujaran kebencian.

“Harus mengedepan kepentingan bersama di atas segala perbedaan dan harus mengatakan tidak pada politik uang.”

merdeka.com

 

Source :

merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


16 + eight =