Jokowi Tahu Karakter Pendukung Hanya dari Salaman

Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa dari salaman yang ia lakukan dengan warga dapat mengetahui apakah yang bersangkutan mendukung, tidak mendukung dirinya atau ragu-ragu.

Foto : Fabian Januarius Kuwado

 

Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa dari salaman yang ia lakukan dengan warga dapat mengetahui apakah yang bersangkutan mendukung, tidak mendukung dirinya atau ragu-ragu.

“Pas pulang sambil ngitung dengan menyalami, oh ini mendukung, kalau enggak salamannya enggak gitu, saya tahu yang saya salami. Ngerti betul pas salaman,” kata Jokowi dalam sambutan saat membuka pembekalan calon anggota legislatif Partai Hanura di Kawasan Ancol Jakarta, Rabu (7/11/2018) malam WIB.

Jokowi juga mengetahui warga yang masih ragu ragu mendukung dirinya. “Oh ini ragu-ragu, besok akan saya datangi lagi,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Jokowi menceritakan pengalamannya ketika ikut dalam pemilihan Wali Kota Solo. “Saat itu ada empat kandidat, ‘incumbent’, ada Ketua Kadin, pengusaha besar, saya enggak ada yang kenal. Saat penetapan perolehan suara pilkada, saya dapat 37 persen, hanya 37 persen tapi yang penting menang, karena enggak terkenal,” ungkapnya.

Ia menyebutkan rajin mendatangi warga dari pintu ke pintu dan menjelaskan apa yang akan dilakukan termasuk dalam kartu sehat, kartu pintar dan pembangunan infrastruktur.

Jokowi menyebutkan pada saat pilkada kedua, tidak keluar apa-apa dan berhasil memenangkan pemilihan wali kota dengan dengan angka telak 91 persen.

“Sebetulnya saya enggak mau ikut lagi, didesak-desak terus. Ya udah mau. Tapi enggak mau keluar apa-apa,” ujarnya.

Ia menyebutkan apa yang dilakukannya saat itu hanya dari pintu ke pintu, bahwa ia sudah mengerjakan kartu pintar, kartu sehat dan lainnya.

“Dari pintu ke pintu betul, sama nyalami pas pulang sambil ngitung, berapa yang mendukung, tidak mendukung dan masih ragu ragu, yang ragu ragu, besok saya datangi lagi,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Jokowi menyarankan caleg Partai Hanura menggunakan pendekatan “door to door”.

“Ya itu memang capek, dari subuh sampai tengah malam, bolak balik terus. Itu juga yang saya lakukan di Jakarta. Sudah ini buka-bukaan. Jakarta siapa yang tahu saya,” ujarnya dikutip dari Antara.

Jokowi menggaransi pendekatan seperti itu akan membuahkan hasil yang memuaskan. “Jadi kalau ini ada yang melakukan seperti ini dan tak berhasil, tolong nanti di pertemuan dengan saya, maju, Pak enggak berhasil Pak. Saya jamin,” katanya.

Menurut calon presiden nomor urut 01 itu, kini saatnya terus menumbuhkan keyakinan rakyat. “Harus diingat rakyat tidak selalu aktif di medsos. Mereka ada di kampung kita, dan komunitas kita. Waktu kita tak banyak,” imbuhnya.

Source :

Citizendaily

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


seventeen − three =