Jokowi Pastikan Cawapresnya Berinisial M

Foto: AgusSuparto//BiroSetPres

 

JAKARTA  —  Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan bocoran soal siapa sosok yang dia pilih sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi dirinya maju ke Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dia mengatakan, sosok itu berinisial M.

”Depannya pakai M,” kata Jokowi menjawab pertanyaan insan media di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (8/8). Meski demikian, Jokowi tak mau bicara lebih jauh soal sosok itu.

Dia kemudian membenarkan beberapa nama yang di depannya menggunakan huruf ’M’. ”Ma- ’ r u f Amin?” tanya wartawan. ”Nah,” kata Jokowi tersenyum. ”Muhammad Jusuf Kalla juga pakai M, Pak,” timpal wartawan lagi.

”Nah, benar kan,” jawab Jokowi. ”Mbak Puan juga pakai M. Mas Airlangga juga pakai M,” tambah Jokowi tersenyum. Terkait cawapres Jokowi berinisial M, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M Romahurmuziy membenarkan info tersebut.

Namun Romi juga mengalihkannya dengan menyebut inisial M banyak kemungkinan. ”Betul cawapres Pak Jokowi berawalan M. (Bisa) KH Ma’ruf Amin, Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, Moeldoko, Mulyani, Mbak Susi, Mas Airlangga, bahkan M Romahurmuziy,” katanya sambil tertawa saat dihubungi, Rabu (8/8).

Nasionalis-Religius

Yang jelas, cawapres pilihan Jokowi akan melengkapi pelangi NKRI, yakni presiden dan wapres selalu mengikuti pola nasionalis-religius. ”Secara konsisten saya sampaikan bahwa cawapres Jokowi harus memiliki pengalaman paling luas. Khususnya dalam segala ranah pemerintahan,” ujarnya. Selain itu, lanjutnya, cawapres Jokowi harus mewakili warna religiusitas ormas Islam terbesar di Indonesia.

Yang bersangkutan juga sudah malang-melintang dalam aneka jabatan publik sejak reformasi. ”Yang pasti, tidak akan keluar dari 10 nama yang pernah saya sampaikan Juli lalu,” tandasnya. Nama-nama itu adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Selain itu, dia juga menyebut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan eks Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD serta dirinya sendiri.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya mengatakan, Mahfud MD merupakan figur paling tepat sebagai cawapres pendamping Jokowi. Selain bisa diterima semua pihak dan bersih dari pelanggaran hukum, Mahfud juga bisa membantu Jokowi meraih suara kelompok Islam pada pilpres tahun depan. ”Secara kepemimpinan, keberanian dan ketegasan Mahfud bisa melengkapi pemerintahan Presiden Jokowi.

Cawapres ideal untuk Jokowi ada pada diri Mahfud. Gayanya berani dan tegas,” tandasnya. Hal senada juga disampikan peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz. Dia menilai, Mahfud merupakan tokoh yang konsisten mendukung pemberantasan korupsi.

”Dukungan Mahfud terhadap pemberantasan korupsi juga konkret diwujudkan dalam tindakan. Contoh nyata adalah saat membuka rekaman kriminalisasi terhadap Komisioner KPK Bibit-Chandra dalam sidang MK pada 2009,” ungkapnya. Konsistensi Mahfud dalam mendukung pemberantasan korupsi merupakan tambahan poin positif. Hal itu pulalah yang membuatnya dinilai layak jadi cawapres.

”Mahfud punya rekam jejak baik dalam menjaga KPK dari upaya pelemahan. Saya pikir, komitmen pemberantasan korupsi inilah yang membuat nilai plus dibanding kandidat lainnya,” imbuhnya. Sementara itu, kubu Prabowo Subianto menyatakan kandidat cawapres telah mengerucut ke dua orang. Prabowo pun bertemu Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri untuk menawarkan dua nama cawapres. PKS masih mendorong nama Salim Segaf, sesuai dengan hasil Ijtimak Ulama.

Namun anggota koalisi Prabowo lainnya tak setuju jika Salim menjadi cawapres. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan, PKS bersama Gerindra dan Gerindra akan tetap bersama dengan PKS. ”Jalan itu masih terang benderang,” ujar Muzani di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan. Muzani juga menyatakan sudah ada titik temu antara Gerindra dan PKS.

Dia meyakini PKS akan tetap berada di koalisi Prabowo. Nama yang mengerucut sebagai kandidat cawapres Prabowo selain rekomendasi Ijtimak Ulama adalah kader Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pada menit terakhir, muncul nama Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno karena Ustaz Abdul Somad sudah menolak.

Saat dimintai konfirmasi, Muzani tak menampik dua nama itulah yang ditawarkan Prabowo ke PKS. Meski demikian, Muzani menegaskan, PKS akan tetap bersama Gerindra meski kader PKS tak dipilih sebagai cawapres Prabowo. ”Kita mengajak PKS dengan hati dan semangat perjuangan. Kita dari awal berprasangka baik dengan PKS.

PKS adalah teman setia. PKS adalah kawan di kala kami susah. Itulah yang ingin kami tegaskan hal ini. Dan teman PKS menyadari itu,” beber Wakil Ketua MPR tersebut

Source :

SuaraMerdeka

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


6 + fifteen =