Jelang Ramadan, KPPU Monitoring Harga Bahan Pokok

Source : okezone

 

Menjelang bulan Ramadan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kini sendang fokus monitoring ke lapangan terkait harga bahan pokok agar ditengah masyarakat tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan yang tinggi.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan, saat ini tengah fokus mempersiapkan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri yang akan datang, apalagi Ramadan ini selalu terjadi kenaikan harga khususnya kebutuhan pokok.

“Kita ingin tahun 2018 ini mengulangi apa yang tercapai tahun 2017 yang lalu karena pada tahun 2017 yang lalu harga komoditas bahan pokok itu sangat stabil bahkan dibeberapa daerah termasuk Jatim dan Makassar terjadi deflasi dimana harga itu bukannya naik tetapi mengalami penurunan,” kata dia di Padang, Kamis (22/3/2018).

Menurutnya, ini menunjukkan pemerintah mampu menjaga pasokan maupun harga komoditas pokok. “Ini bisa memberikan kenyamanan bagi teman-teman kita muslim yang melaksanakan ibadah puasa maupun idul fitri,” ujarnya.

Syarkawi menambahkan sat ini pihak melakukan monitoring kelapangan bersama instansi yang lain baik itu dari kementrian perdagangan dan kementrian pertanian serta kepolisian.

“Yang kita jaga itu ada 11 komoditas pangan strategis. Misalnya beras, beras premium kita harapkan tidak lebih dari Rp12.800 perkilo, beras medium tidak lebih Rp9.500 per kg, gula pasir putih tidak lebih dari Rp12.500 per kg, daging sapi segar dibawa Rp100 ribu atau 120.000 untuk kualitas sapi yang bagus tapi yang lain dibawah Rp100 ribu, untuk daging beku dibawah 80 ribu per kg,” katanya.

Kemudian harga bawang putih juga seperti itu yang diharapkan harganya bisa dibawah Rp25 ribu per kg di seluruh Indonesia. Namun meski ditetapkan harga beras premium tidak lebih Rp12.800 per kg namun di pasar tradisonal harga beras premium ini tembus Rp14 ribu per kg.

“Nanti kita akan lihat misalnya ada perbedaan harga ditingkat pasar tradisional dengan ada pasar modern, di pasar modern itu tidak lagi yang menjual beras premium diatas Rp12.800 per kg. Untuk pasar tradisonal ini kita agak sulit kita lakukan monitoring karena yang dimaksud beras premium itu beras yang dibawah kadar air 15 persen dibawah, kemudian memang ini memang tradisional itu agak sulit,” ujarnya.

Selain monitoring lapangan, KPPU juga memanggil beberapa distributor besar serta produsen setiap komoditi. “Sekarang kita sudah panggil beberapa distribour maupun prosudesn untuk setiap komoditi itu untuk mengetahui harga,” tutupnya.

Source :

okezone

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


fifteen − seven =