Ini Permen Ceker Hasil Kreasi Pelajar Lamongan

 

Setelah sukses membuat es krim berbahan dasar ikan tuna atau pindang, kini para pelajar SMA di Lamongan berkreasi lagi dengan mengolah ceker ayam menjadi permen. Tak hanya bahannya yang sederhana, namun permen ceker ini ternyata diminati warga sekitar, terutama di lingkungan sekolah.

Para pelajar ini dari SMA Mazra’atul Ulum, Paciran. Salah satu siswi yang berkreasi membuat ceker ayam, Eni Mariana mengaku ide pembuatan permen berbahan dasar ceker ayam ini bermula dari melihat melimpahnya ceker di desanya. Selain itu, kata Eni, kandungan vitamin di ceker juga sangat banyak. Dari ide Eni inilah, Eni kemudian bersama Nur Khumairoh Jannah dan Dani Wahyu Arist membuat permen berbahan dasar ceker ayam.

“Dari ide awal ini, kita berinovasi untuk membuat olahan permen yang dinikmati semua kalangan, yang mengkonsumsi sehat dan tidak kekurangan gizi,” kata Eni kepada wartawan di sekolahnya, Jumat (14/7/2017).

Eni mengatakan, bahan pembuatan permen ceker ini pun mudah didapat. Yakni, ceker ayam, sayuran, buah, gula dan jelly. Awalnya, kata Eni, ceker ayam dipresto terlebih dahulu. Setelah itu, semua bahan diblender kemudian dicampur dengan ceker ayam dan direbus dengan gula dan jelly.

“Setelah mendidih dimasukkan jadi satu dan dimasukkan dalam cetakan,” kata Eni seraya menambahkan setelah dingin adonan tadi dipotong dan dibiarkan hingga kering dan siap dihidangkan.

Selain berkreasi membuat permen ceker, para pelajar ini juga memasarkan produk unggulan ini ke sejumlah toko di sekitar sekolah dan desanya. Di toko, permen hasil kreasi pelajar ini dijual Rp 2.000 untuk satu kotak. Dari pemasaran yang sederhana ini, para pelajar mendapat pendapatan sebesar Rp 1 juta. “Permen dari bahan ceker ayam ini memiliki rasa yang cukup enak dan tidak kalah dengan permen lain yang dijual di toko,” kata Nur Jannah, peminat permen ceker. Bahkan, berkat inovasi dan kreasi para pelajar ini, mereka berhasil meraih juara pertama Business Plan Competition se Jawa Timur yang dihelat oleh perguruan tinggi swasta di Jatim.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lamongan, Sun’ah mengaku penemuan baru ini bisa untuk menyiasati anak-anak yang kekurangan gizi, karena ceker ayam kandungannya tinggi. Kalau dibuat permen, cara makannya lebih mudah.

“Dengan inovasi seperti ini anak kecil suka permen bisa diatasi, kurang gizi bisa disiasati,” kata Sun’ah sambil menambahkan pihaknya berusaha menjadikan produk ini bernilai ekonomi, dipatenkan, menjadi produk unggulan dan menjadi nilai tambah untuk sekolah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


4 × five =