Ingin uang tambahan, sopir dan kernet sekongkol gelapkan truk majikan

merdeka.com

 

Merdeka.com – YM dan RM bekerja di perusahaan di PT. Sino Persada Indonesia. Mereka memang bukan kakak-beradik. Tapi dalam urusan tertentu memiliki kemiripan. Contohnya mengais rezeki.

YM dan RM memutar otak untuk mensiasati penghasilan yang pas-pasan sebagai sopir dan kernet. Akhirnya mereka memilih jalan pintas yang lancung. Kedua pun terlibat aksi kriminal menggelapkan truk milik majikan sendiri.

Aksi keduanya lantas dibongkar Satuan Reskrim Polsek Sunda Kelapa. Kini YM, RM dan tiga orang lainnya dijebloskan ke penjara.

Kapolsek Sunda Kelapa, Kompol Netty Rosdiana Siagian menjelaskan, menangkap lima pelaku yang diduga melakukan tindak pidana Penggelapan dan Penadahan terhadap 1 unit mobil truk.

Dia pun menceritakan, kejadiannya terjadi pada Jumat tanggal 29 Juni 2018 jam 10.00 WIB di Pangkalan Pasir Jalan Baruna Raya, Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara. Ia mendapat laporan salah satu mobil milik PT. Sino Persada Indonesia hilang. Merek HINO model Tronton Dump Truck Nomor Polisi B 9530 FYV.

“Atas dasar laporan tersebut Polsek Sunda Kelapa segera menindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan serta penyidikan,” ungkap dia.

Netty menerangkan, setelah ditelusuri selama kurang lebih satu bulan ternyata mobil dibawa lari karyawannya sendiri berinisial YM dan RM. Keduanya bekerjasama dengan M.

“M atau Memet adalah otaknya. Dia yang membikin skenario buat YM dan RM. Setelah dapat mobilnya YM langsung menghubungi M,” ujar dia.

Ia melanjutkan, saat itu ketiganya berencana menjual ke seorang penadah berinisial AR yang tinggal di kawasan Sukabumi. Beruntung, penyidik cepat mengendusnya. Sehingga berhasil menangkap lima orang pelaku.

“Kami tangkap Pengemudi, Kernet, Orang yang mengskenariokan, Penadah, satu lagi inisial S yakni perantara penadah,” ujar dia.

Netty mengatakan, kelimanya dijerat pasal yang berbeda-beda. Tergantung perbuatan yang dilakukan.

“Ada yang kena pasal 372 KHUP, 480 KUHP. Ada pula yang 372 junto 480 KUHP,” ujar dia.

Dihadapan Penyidik, Memet mengakui perbuatannya. Ia mengatakan, telah menggelapkan setidaknya empat mobil truk.

“Empat mobil. Satu mobil dapat keuntungan Rp 150 juta,” ujar dia.

Source :

merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


4 × 3 =