Fakta-fakta Penemuan Jenazah Eks Wakapolda Sumut

Photo: news.detik

 

Jakarta – Seorang purnawirawan polisi, Kombes Agus Somad (75) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di Malang, Jawa Timur. Dia tergeletak di halaman belakang rumahnya dalam kondisi terikat tali.

Saat kejadian, Agus tengah sendiri di rumahnya. Sang istri sedang berada di Bali sementara anak-anaknya menempati rumah masintg-masing. Kematian Agus terendus saat istrinya curiga lantaran kesulitan untuk menghubungi.

Istri korban kemudian meminta bantuan warga, untuk melihat kondisi korban. Beberapa ibu-ibu merupakan rekan istri korban, akhirnya mendatangi rumah besar berlantai dua itu.

Karena dalam kondisi terkunci, warga mendobrak paksa pintu utama, pada saat itu pagar rumah dalam kondisi tak terkunci.

Karena dalam kondisi terkunci, mereka akhirnya meminta bantuan Ketua RT Rudi Wijaya, dan petugas keamanan perumahan. Barulah warga mendobrak paksa pintu utama, pada saat itu pagar rumah dalam kondisi tak terkunci. Agus ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Dia pun langsung dibawa ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA), untuk dilakukan otopsi. Penyebab kematian Agus hingga saat ini belum diketahui dan diselidiki polisi.

Namun di lokasi kejadian, ada sejumlah penemuan yang mungkin saja menjadi ‘kunci’ bagi polisi untuk mengungkap kematian Agus. Berikut fakta-fakta penemuan jenazah Agus.

Agus Somad diketahui adalah mantan Wakapolda Sumatera Utara tahun 2000. Namun belum diketahui di mana ia bertugas di masa dinas terakhirnya.

“Iya pensiunan, kalau tidak salah 2003 lalu,” tegas Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.

Kombes Agus Somad tinggal di Perum Bukit Dieng Blok MB9, Pisangcandi, Sukun, Kota Malang. Saat kejadian, pensiunan polisi ini diduga seorang diri, istrinya tengah berada di Pulau Dewata, dan anaknya menempati rumah sendiri.

Saat Agus ditemukan, kakinya terikat tali rafia. Tali rafia warna hitam yang terikat di kedua kaki korban juga diikatkan pada pagar di lantai dua.

“Kedua kaki juga terikat tali rafia, ada beberapa luka. Salah satunya di bagian tangan,” kata Asfuri.

Tak jauh dari lokasi korban ditemukan banyak bercak darah. Polisi belum dapat memastikan apakah korban meninggal karena menjadi korban pembunuhan.

“Bercak darah sekitar 10 meter dari posisi korban ditemukan. Kita masih selidiki, sementara diduga korban meninggal belum lama,” ungkap Asfuri.

Selain bercak darah, polisi juga menemukan beberapa luka di bagian tubuh korban. Diantaranya, luka sayat di lengan sebelah kanan serta kiri, dan di bagian paha.

Hasil olah TKP, mengungkap sementara, jika korban diseret dari lokasi pertama. Jaraknya sekitar 10 meter, bercak darah yang ditemukan di lantai rumah semakin menguatkan dugaan tersebut.

“Jadi dari TKP pertama, jaraknya sekitar 10 meter. Korban sepertinya dipindah, tapi masih kita selidiki lebih dalam,” terang Asfuri.

Polisi juga mengamankan sebuah cairan serta obat semprot pembasmi serangga dari lokasi kejadian untuk diselidiki.

“Ada cairan, belum tahu jenis apa kita amankan, untuk diselidiki. Ada baygon juga, kita belum bisa memastikan korban meninggal karena dibunuh. Karena menunggu hasil otopsi,” ujar Asfuri.

Source :

news.detik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


eleven + seven =