Empat cara nonton Piala Dunia dan problematikanya

Foto: ANTARA/ALOYSIUS JAROT NUGROHO

 

Banyak penggemar sepak bola yang kesulitan menyaksikan pertandingan Piala Dunia di Indonesia namun mereka tak kehilangan akal untuk mencari cara untuk tetap menyaksikan berbagai pertandingan selama satu bulan ini.

Jonathan Rian, warga Jakarta Selatan, antara lain, tak dapat menyaksikan Piala Dunia karena siarannya tidak tersedia di televisi kabel yang dilangganinya di apartemennya.

“Jadi saya nonton di kafe di mal. Pernah nonton streaming juga, tapi streaming putus-putus terus,” kata Jonathan.

Rupanya banyak orang yang bernasib sama dengan Jonathan, kesulitan menyaksikan laga tim favoritnya di Piala Dunia. Mereka menuliskan pengalamannya di media sosial. Inilah beberapa alternatif cara menyaksikan pesta bola empat tahunan ini melalui televisi maupun ponsel.

1. Televisi swasta dengan frekuensi UHF

Saluran televisi lokal dengan transmisi yang memegang hak siar Piala Dunia di Indonesia adalah Trans TV dan grup Transmedia.

Namun, pelanggan TV kabel tak bisa menikmatinya. Di Jakarta, para pelanggan televisi berbayar sibuk memasang antena UHF untuk dapat menonton pertandingan sepak bola.

Di daerah yang tak terjangkau sinyal UHF, atau dengan sinyal , warga biasa menggunakan parabola untuk menangkap siaran satelit gratis (sering disebut FTA, free to air).

Saat piala dunia, siaran tersebut tidak boleh disiarkan dengan FTA karena masalah hak siar, sehingga stasiun tv akan “mengacak” siaran pertandingan di saluran FTA.

Tapi beberapa warga tak kekurangan akal. Ada yang harus memanjat ke atap demi mendapatkan gambar.

2. TV kabel berlangganan

Beberapa televisi berbayar punya lisensi resmi untuk menyiarkan laga bola paling digemari ini. Antara lain, IndiHome milik Telkom, dan TransVision.

Pelanggan IndiHome harus membayar tambahan paket mulai Rp 90 ribu untuk bisa mengakses semua pertandingan Piala Dunia dan siaran ulangnya.

Mereka yang berlangganan televisi kabel yang tak punya lisensi, harus mencari alternatif lain.

piala dunia, piala dunia 2018, rusia, meksiko, jerman
Fans Meksiko menyaksikan pertandingan Jerman melawan Meksiko di Moskow, Rusia, 17 Juni 2018. EPA/ABEDIN TAHERKENAREH

3. Perangkat mobile

Lisensi menonton Piala Dunia di perangkat dipegang oleh Telkomsel dengan aplikasi Maxstream. Kuota 30 GB dihargai Rp 10. Namun aplikasi ini hanya bisa dipakai oleh di jaringan Telkomsel.

Beberapa orang yang telah mencoba berbeda pendapat tentang aplikasi ini. Ada yang sukses, ada pula yang hanya bisa menyaksikan layar kosong di telepon mereka.

Selain Maxstream, aplikasi Klix TV juga punya lisensi resmi menyiarkan Piala Dunia di aplikasi, tapi tidak gratis. Untuk menyaksikan semua pertandingan, biaya yang harus dibayarkan Rp 99 ribu. Kelebihannya, bisa dipakai di semua operator.

Berikut beberapa kesaksian tentang aplikasi ini:

4. Cara-cara lainnya

Jika Jonathan mengandalkan kafe untuk menonton pertandingan tim jagoannya, warga Desa Cisayong, Tasikmalaya menggelar nonton bareng di halaman kantor desa. Di Indonesia, lisensi menggelar nonton bareng yang bersifat komersial dipegang oleh PT Pestabola Indonesia. Tarif termurah untuk mendapatkan lisensi, adalah Rp 50 juta, dan termahal Rp 93 juta.

Selain cara-cara legal, banyak warganet yang juga menggunakan cara tidak legal, seperti streaming dengan menggunakan torrent, maupun situs-situs tidak resmi.

Pengguna parabola yang ini menyiasati dengan menonton siaran televisi Thailand.

Source :

BBC

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


15 + 1 =