Duit korupsi Zumi Zola disebut mengalir ke partai, ini kata Sekjen PAN

merdeka.com

 

Merdeka.com – Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan, pihaknya akan menyelidiki dugaan duit korupsi Gubernur Jambi non aktif Zumi Zola yang masuk ke Dewan Pengurus Daerah (DPD) PAN Jambi. Hal itu disebutkan dalam dakwaan dugaan gratifikasi sebesar Rp 40 miliar.

“Kalau itu memang benar, tentu itu akan mendapatkan perhatian tersendiri dari DPP PAN. Karena bagaimanapun juga, organisasi sekecil apapun di daerah itu integral dengan DPP PAN. Nanti akan kita tinjau,” kata Eddy di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis (23/8).

Dia mengaku belum membaca utuh dakwaan yang dibacakan jaksa hari ini. Eddy belum mau mengomentari bagaimana sikap PAN yang terancam dibubarkan apabila terbukti menerima duit korupsi.

“Makanya itu saya enggak tahu. Jadi tunggu dulu sampai saya bisa mempelajari semuanya,” ucapnya.

Dia pun berjanji jika menemukan oknum yang menerima akan menindak tegas.

“Kita enggak tahu kalau pun itu ada bukan merupakan kebijakan kami dan itu oknum kalau terlihat dan terbukti itu oknum kami akan tindak itu,” ucapnya.

Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola, didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp 40 miliar. Dari penerimaan tersebut ada yang diperuntukkan keperluan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Jambi.

Hal itu terungkap saat jaksa penuntut umum pada KPK membacakan surat dakwaan milik Zumi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Disebutkan, bahwa Zumi menggunakan uang gratifikasi sebesar Rp 75 juta untuk biaya akomodasi pengurus DPD PAN Jambi saat proses pelantikan dirinya sebagai Gubernur Jambi di Jakarta.

Kemudian, uang kembali digunakan mantan aktor itu untuk pembelian dua unit mobil ambulans dan diserahkan ke DPD PAN. Dari pembelian itu juga sebagai bentuk lobi Zumi agar sang adik Zumi Laza menjadi Ketua DPD PAN.

Tidak hanya itu, penggunaan gratifikasi dimanfaatkan Zumi untuk menambahkan biaya uang sewa kantor DPD PAN yang menunggak selama dua tahun.

“Uang sejumlah Rp 60 juta untuk memenuhi permintaan Zumi Laza guna pembayaran kekurangan sewa dua tahun kantor DPD PAN Kota Jambi pada bulan April 2016,” ucap jaksa Tri Anggoro Mukti saat membacakan surat dakwaan milik Zumi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (23/8).

Source :

merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


five − two =