DPRD DKI setuju naikkan dana RT, RW, LMK dan Dewan Kota

merdeka.com

 

Merdeka.com – DPRD DKI Jakarta menyetujui usulan Pemprov DKI menaikkan dana untuk RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan Dewan Kota/Kabupaten se-Jakarta.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengetok palu persetujuan kenaikan anggaran itu dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2018 di DPRD DKI, Jumat (7/9).

Sebelum diketok palu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menjelaskan alasan perlunya kenaikan dana untuk RT/RW itu.

“Ini telaahnya sudah ada, ini bisa dieksekusi karena ini sudah memuat unsur keadilan ya, yang kemarin angkanya. Ini hasil telaahnya nanti secara khusus akan disampaikan dari Biro Tapem bisa ke komisi, bisa ke pimpinan banggar,” ujar Saefullah.

Adapun rincian kenaikan dana untuk RT, RW, LMK dan Dewan Kota sebagai berikut. Uang operasional RT naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, operasional RW naik dari Rp 2 juta menjadi Rp 2,5 juta per bulan.

Kemudian, LMK semula menerima uang kehormatan Rp 1,5 juta per anggota diusulkan nomenklatur ini dihapus dan dialihkan menjadi uang operasional Rp 1 juta per anggota per bulan di wilayah kota dan Rp 1,5 juta peranggota perbulan di Kepulauan Seribu.

Kemudian uang operasional LMK yang awalnya Rp 1 juta per kelurahan per bulan diganti namanya menjadi biaya kesekretariatan dan jumlahnya Rp 3 juta per kelurahan per bulan.

Untuk pembiayaan Dewan Kota, setiap anggota awalnya menerima Rp 3,1 juta naik menjadi Rp 5 juta per bulan.

Source :

merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


eight + ten =