Diduga Lakukan Pemerasan di Klub Malam, Dua Anggota Polisi ini Ditangkap Propam

Source: Internet

 

Dua anggota polisi berpangkat brigadir ditangkap oleh petugas Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat, karena diduga memeras pengunjung Klub Malam Pujasera di Tamansari, Jakarta Barat.

Kepala Seksi Propam Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Polisi Supriadi menjelaskan, kedua brigadir polisi yang ditangkap itu adalah WC (30) dan TS (30)

Pemerasan yang mereka lakukan berlangsung justru ketika keduanya sedang menjalani tugas piket, namun saat itu keduanya meninggalkan tugas.

“Mereka lagi piket. Tapi keluar,” kata Kompol Supriadi saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (22/9).

Saat diamankan mereka berdua tidak membawa Kartu Tanda Anggota (KTA) maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP). Keduanya mengaku KTA dan KTP mereka tertinggal.

“Mungkin ketinggalan. Tapi kalau terbukti bersalah tetap ditindak tegas, dong, dan kalau terbukti ya ditangani di sana (Tamansari),” ujar Supriadi.

Polisi masih menyelidiki kasus ini. Dua anggota polisi itu juga sedang dimintai keterangan di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

“Mereka sudah di sini (Mapolres), dalam pengawasan. Motif yang disebut itu juga belum terjadi. Seharusnya kalau pemerasan ada uangnya dong. Ada nggak di situ? Kan tidak ada,” kata Supriadi.

Supriadi mengatakan, berdasarkan hasil interogasi sementara, tidak ada uang yang diminta. Namun bila keduanya terbukti melakukan tindak pidana, maka akan dilakukan proses hukum sesuai Pasal 368 terkait tindak pidana pemerasan.

Memang kalau tindak pidana ya pidana. Pasal 368 sesuai tindakannya. Tapi kan kalau itu benar terjadi, seharusnya orang ini enggak dilepas, tapi ditahan di sana (Tamansari). Alasan dilimpahkan, saya juga kurang tahu, apa karena mereka anggotaPolres Jakarta Pusat?” ucap Supriadi.

Menurut Supriadi, kedua oknum ini seharusnya ditindak di lokasi penangkapan yakni Tamansari, Jakarta Barat. Namun ia menegaskan akan menindak tegas keduanya bila terbukti bersalah.

“Kalau memang ada, korbannya siapa. Jadi kalau ada tindak pidana dan pemerasan di sana, pasti ditindak di sana karena TKP-nya di sana. Itu kan perbatasan, nyebrang cuma sedikit. Kalau di sana nggak terbukti, ya kita tindak kalau dia meninggalkan tugas,” ujarnya.

Supriadi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati bila ada orang yang mengaku sebagai polisi. Bila jadi korban pemerasan, masyarakat diminta segera melapor ke kantor polisiterdekat.

“Tanyakan orang yang mau ngecek, minimal surat tugasnya, dari kesatuan mana; apak dari mana. Kesatuan mana. Itu kan hak masyarakat, agar terhindar dari  penipuan begini. Mereka juga bisa ngelapor ke polisi terdekat,” jelasnya.

Source :

Warta Kota

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


nineteen + 2 =