Di Pasar Spot Meredup, Emas Antam Malah Naik Rp 4.000 Per Gram

Photo : rifansby

 

Harga logam mulia emas hari ini bergerak lebih rendah karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat setelah Bank Sentral Tiongkok melonggarkan kebijakan domestiknya untuk mendukung perekonomian.

Mengutip laman Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.200,31 per ounce pada pukul 01.03 GMT. Emas spot menguat 0,9 persen pekan lalu. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat melemah 0,1 persen menjadi USD 1.204,40 per ounce.

Pertumbuhan lapangan kerja Amerika turun tajam pada periode September, kemungkinan akibat badai Florence menekan penggajian restoran dan ritel, tetapi tingkat pengangguran jatuh ke dekat tingkat terendah 49 tahun, yakni 3,7 persen, menunjuk ke pengetatan lebih lanjut dalam kondisi pasar tenaga kerja.

Spekulan memotong net short position mereka di emas COMEX sebanyak 4.186 kontrak menjadi 73.128 dalam pekan hingga 2 Oktober.

Harga domestik yang lebih tinggi menghambat permintaan untuk emas fisik di India, mendorong dealer untuk menawarkan diskon terbesar dalam tiga setengah bulan. Sementara, negara tetangga Bangladesh menyetujui kebijakan pertamanya untuk mengatur impor dan ekspor logam mulia itu.

Sementara, logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dijual Rp 670.000 per gram. Angka ini naik 4.000 dari hari Jumat (5/10) pekan lalu yang dijual Rp 666.000 per gram. Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini melonjak 4.000 dibanding Jumat menjadi Rp 587.000.

Untuk Pecahan 1 gram Rp 670.000, Pecahan 5 gram Rp 3.178.000, Pecahan 10 gram Rp 6.292.000, Pecahan 25 gram Rp 15.619.000, Pecahan 50 gram Rp 31.162.000, Pecahan 100 gram Rp 62.255.000, Pecahan 250 gram Rp 155.386.000, dan Pecahan 500 gram Rp 310.570.000.

Source :

jawapos

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


three − three =