Dedi Mulyadi Tawarkan Revitalisasi Untuk Penataan Pasar di Bekasi

Source : okezone

 

Penataan pasar yang belum maksimal di sejumlah wilayah di Bekasi, mendapat perhatian dari calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi. Hal itu disampaikannya saat kunjungan terakhir di pasar pagi Kampung Bogor, Desa Pasuka Rakyat, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dedi mengatakan, setiap daerah harus memiliki pasar yang terkelola dengan baik, baik yang berada di desa, kecamatan maupun kabupaten. Problem yang kerap terjadi di pasar desa maupun kecamatan, menurutnya adalah minimnya revitalisasi yang dilakukan pemerintah daerah.

“Saya menawarkan program revitalisasi pasar yang nantinya berkoordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten. Dengan sistem kerja bersama, para pedagang tidak perlu lagi mengkredit kios, tetapi menempati secara gratis dengan membayar retribusi setiap bulan,” kata Dedi di hadapan pedagang, Sabtu (10/3/2018).

Pasangan Deddy Mizwar di Pilgub Jabar itu menilai, penerapan sistem penataan pasar tersebut, bukan hanya berdampak baik bagi pedagang, tapi pembeli juga dapat merasakan. Pasalnya, dengan mendapat keringanan biaya kios, pedagang akan mematok harga yang lebih murah untuk barang dagangannya.

“Jadi dengan cara seperti ini, warga akan memperoleh harga lebih murah, dimana pedagangnya tidak mengambil untung terlalu besar untuk kepentingan pembelian kios,” terangnya.

Sementara itu, para pedagang terlihat sangat antusias mendengar pernyataan Dedi Mulyadi. Mereka berharap pemerintah setempat dapat mewujudkan pasar dengan lokasi nyaman serta kios yang murah bagi para pedagang.

“Kita pedagang ya pengen penataan pasar jadi bagus. Jadi pedagang kan jualannya bisa nyaman. Apalagi dapat kios murah, sukur-sukur mah kios gratis. Semoga pemerintah bisa wujudkan,” kata Nusron (43) pedagang bawang yang sudah 3 tahun berjualan di pasar tersebut.

Selain itu, pedagang juga menginginkan lahan parkir yang tertata rapi, dan tidak lagi semrawut seperti yang sudah-sudah. Selain membuat macet, kondisi tersebut juga membuat sepi pembeli yang malas belanja berdesak-desakan.

“Kalau nyaman, terus tempat parkir juga tertata rapi, pasti pembelinya lebih banyak berdatangan kesini. Ini kan akan menambah penghasilan kami,” paparnya.

Source :

okezone

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


twenty + 20 =