Dedi Mulyadi: Dulu Kritik Disampaikan Lewat Demonstrasi, Sekarang Lewat Panggung

Foto: Ist

 

Jakarta – DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) menggelar lomba stand up comedy pada Kamis (18/10) dan Jumat (19/10). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya partai berlambang pohon beringin itu untuk menjaring suara kaum milenial di Tatar Sunda. Berdasarkan data internal DPD Golkar Jabar, sebanyak 32 persen pemilih di provinsi lumbung suara nasional itu berasal dari kaum milenial.

Stand up comedy yang digandrungi anak muda itu diinisiasi oleh Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi menyatakan, satu-satunya cara agar Golkar mampu hadir memberi solusi adalah dengan membuka ruang komunikasi. Format ruang tersebut tidak bisa formal. Berdasarkan kajian Dedi yang juga Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat itu, kaum milenial tidak menyukai sifat formal sebuah forum. Untuk itu, Dedi memilih stand up comedy sebagai kanal komunikasi antara Golkar Jabar dan kaum milenial.

“Ini kan ruang komunikasi. Dulu, kritik itu disampaikan melalui aksi demonstrasi. Sekarang tidak lagi, kritik itu baiknya ada unsur estetika dan sastra sehingga mampu bersuka ria. Jadi, gak pakai propaganda kebohongan,” kata Dedi dalam siaran pers yang diterima Sabtu, (20/10).

Tema “Nyarekan Golkar” atau Memarahi Golkar sengaja diambil dalam acara yang melibatkan 40 komika dari 27 kabupaten/kota di Jabar. Tema tersebut menjadi penegas bahwa Golkar Jabar sangat terbuka terhadap kritik pedas sekalipun. Tak sekadar seremonial, Dedi memastikan, seluruh materi yang disajikan komika bakal menjadi masukan pihaknya untuk dibahas dalam rapat konsolidasi internal. Hal ini dalam rangka penguatan identitas Golkar Jabar sendiri.

“Acara ini juga sebagai evaluasi bagi kader. Saya sampaikan bahwa Golkar ini bukan partai ‘menak‘ atau tokoh. Tetapi, Golkar ini partai rakyat, karena itu harus memahami bahasa rakyat. Komika itu selalu peka terhadap keresahan rakyat. Itu harus dicontoh kader,” tegasnya.

Tak hanya kader, penekanan secara khusus diberikan kepada para calon anggota legislatif dari Golkar Jabar. Jika terpilih, mereka diharuskan untuk menterjemahkan materi dari para komika menjadi rancangan pergerakan harian. Untuk itu, Dedi Mulyadi menginstruksikan seluruh caleg untuk hadir dan menyimak paparan dari para komika. Para caleg itu dibagi dua sesi kehadiran. Sesi pagi untuk caleg Golkar Jabar dari daerah Jabar Utara. Sementara sesi malam untuk para caleg yang berasal dari daerah Jabar Selatan dan Priangan.

“Kalau mereka terpilih, tata cara memberikan masukan kepada pemerintah harus seperti ini, gak harus kasar. Saya kira ini harus menjadi pola ke depan,” katanya.

Budi Dalton, Taufik Faturahman dan Wanda Urban bertindak sebagai juri dalam kegiatan tersebut. Berbagai kriteria mulai dari originalitas materi dan performance menjadi unsur penilaian utama. Para komika sendiri memperebutkan hadiah utama sebesar Rp10 Juta.

“Tidak boleh ada SARA, kritiknya harus cerdas dan materinya original. Itu kriteria utama,” kata Taufik Faturrahman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


five × four =