Dana Kampanye Tiap Paslon Pilgub Jabar Disepakati Rp473 Miliar

Source : Okezone

 

KPU Jawa Barat dan tim kampanye pasangan calon (paslon) yang akan maju di Pilgub Jawa Barat 2018 menyepakati jumlah dana kampanye.

Dari hasil rapat bersama di Kantor KPU Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (5/2/2018), disepakati setiap paslon maksimal hanya memiliki sekira Rp473.392.230.787 untuk dana kampanye.

“Sebetulnya besar atau tidak ini persepsinya harus ada di persepsi mereka (tim kampanye). Tapi setelah tadi diskusi, menurut mereka cukup rasional kalau melihat jumlah pemilih dan luas wilayah di Jawa Barat,” kata anggota KPU Jawa Barat Agus Rustandi.

Dalam rapat tersebut, ada enam item yang dibahas bersama antara KPU dan tim kampanye. Di antaranya adalah berkaitan dengan rapat umum, pertemuan tertutup, manajemen konsultan, hingga pembuatan alat peraga dan bahan kampanye.

“Dari item-item itu ditentukan batasan dana kampanye sekira Rp473 miliar,” ungkapnya.

Dari keseluruhan biaya untuk keperluan selama masa kampanye, anggaran paling besar akan tersedot untuk pembuatan alat peraga dan bahan kampanye.

KPU sendiri sebetulnya akan membuat alat peraga dan bahan kampanye. Tapi, masing-masing paslon diberi kebebasan untuk membuat alat peraga dan bahan kampanye dengan jumlah 100 persen dengan yang dibuat oleh KPU.

“Itu ada sembilan item, mulai dari pakaian, penutup kepala, hingga payung. Jumlahnya sekira Rp461 miliar,” jelas Agus.

Agus mengatakan, jumlah dana kampanye maksimal sekira Rp473 miliar itu tidak akan berubah. Dalam kurun waktu satu hingga dua hari ke depan, KPU akan segera membuat surat keputusan untuk diserahkan ke tim kampanye dan ditembuskan ke Bawaslu Jawa Barat.

Untuk pengawasan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye, nantinya itu akan jadi ranah Bawaslu. Sedangkan untuk audit penerimaan dan pengeluaran dana kampanye, KPU akan menunjuk akuntan publik untuk mengauditnya.

“Jadi nanti dana kampanye akan diaudit oleh akuntan publik yang ditunjuk oleh KPU. Karena ada empat paslon, berarti akan ada empat akuntan publik, masing-masing satu akuntan publik untuk mengaudit dana kampanye masing-masing paslon,” jelasnya.

Dari hasil audit, nantinya KPU akan memberi sanksi jika dana yang dimiliki paslon lebih dari jumlah maksimal yang ditetapkan. Paslon bisa dicabut kepesertaannya di Pilgub Jawa Barat.

Sedangkan untuk pelaporan awal dana kampanye, itu harus dilakukan masing-masing paslon atau tim kampanyenya sehari sebelum masa kampanye, yaitu 14 Februari. Sedangkan pelaporan akhir harus dilakukan ke KPU sehari setelah masa kampanye selesai.

Sementara itu, sebelum diputuskan dana kampanye maksimal sekira Rp473 miliar, KPU sempat memberikan tiga opsi jumlah. Opsi pertama maksimal Rp200 miliar, kedua Rp472 miliar, dan terakhir Rp1 triliun.

Opsi itu disesuaikan dengan rumus dan simulasi yang dilakukan KPU. Ada banyak hitungan yang dipakai hingga akhirnya KPU mengeluarkan tiga opsi untuk dibahas bersama tim kampanye. Tapi, akhirnya disepakati jumlah maksimal dana kampanye sekira Rp473 miliar.

Source :

okezone

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


17 − 1 =