BPS Sebut Kenaikan Harga Beras Picu Inflasi

Source : internet

 

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi pada Januari 2018 sebesar 0,62 persen secara month to month (mtm).

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, inflasi pada Januari 2018 dipicu oleh komponen bergejolak (volatille food) yang memberikan andil cukup besar yaitu sebesar 3,25 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara, target inflasi pada 2018, pemerintah mematok sebesar 3,5 persen.

Lanjut, Suhariyanto mengatakan, kenaikan harga beras menyumbang inflasi terbanyak pada Januari 2018 ini.

“Seperti kita ketahui jika berdasarkan kelompok pengeluaran, komoditas memberikan inflasi tertinggi pada harga beras menyumbang sebesar 0,24 persen,” papar dia di Kantor BPS Jakarta, Kamis (01/02/2018).

Menurutnya lagi, capaian tersebut merupakan inflasi terendah dibanding tahun lalu 2017 yang sebesar 0,97 persen.

Sementara, inflasi awal tahun 2018 merupakan yang tertinggi jika dibandingkan angka inflasi 2016 dengan dengan capaian 0,51 persen.

“Selain harga beras, komoditas pangan lain yang berkontribusi pada besaran inflasi adalah daging ayam ras, ikan segar, cabai rawit, dan cabai merah,” jelasnya.

Masih dalam kelompok makanan, telur ayam ras dan bawang merah tercatat harganya justru mengalami penurunan atau deflasi.

Daging ayam ras 0,07 persen, ikan segar 0,05 persen, cabai rawit 0,04 persen, cabai merah besar 0,03 persen. Sedangkan deflasi atau mengalami penurunan pada telur ayam ras dan bawang merah sebesar 0,01 persen,

Diungkapkannya, Tingkat inflasi ini sudah berdasarkan pemantauan 82 kota yang disurvei dari berbagai harga komoditas. Dari 82 kota yang disurvei, terang dia, ada 79 kota yang mengalami inflasi dan tiga kota mengalami deflasi.

“Jika dilihat dari 82 kota, hampir semua kota alami inflasi. Hanya tiga kota saja alami deflasi. Lampung kota tertinggi yang mengalami inflasi sebesar 1,42 persen dengan IHK (Indeks Harga Konsumen) sebesar 133,17. Dan terendah terjadi di Tangerang sebesar 0,04 persen dengan IHK 138,34. Deflasi sendiri terjadi di Jayapura dan Meulaboh masing-masing sebesar 1,12 persen dan 0,14 persen,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


13 + 7 =