BNN Telusuri Asal Bahan Baku Sabu Cair Diskotek MG Club

Source: Internet

 

Badan Narkotika Nasional (BNN) masih menelusuri dari mana asal usul bahan baku sabu cair yang diproduksi laboratorium diskotek MG Club International, di Jalan Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Jakarta Barat. Dugaan sementara, tersangka Agung Ashari alias Rudy pemilik MG Club sekaligus peracik sabu cair itu mendapatkan bahan baku dari importir.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari mengatakan, prekusor atau bahan kimia yang digunakan sebagai bahan baku sabu diperkirakan masuk ke Indonesia melalui jalur impor, seperti perusahaan farmasi. BNN bakal memeriksa perusahaan yang diduga mengimpor bahan-bahan itu, karena diduga ada penyimpangan.

“Bahannya sendiri dapat dari importir. Ada dua sumber, itu sumber resmi dari importir. Ini ada dua perusahaan akan kami panggil,” ujar Arman, Kamis (21/12).

Dikatakan, efek dari sabu cair pada umumnya sama dengan yang padat. Namun, karena berbentuk cair sabu buatan diskotek MG Club lebih cepat bereaksi. “Kalau kita lihat bentuknya ini akan lebih cepat, karena sudah larut,” ungkapnya.

Selain sebagai pemilik, tambahnya, tersangka Rudy yang masih buron merupakan peracik sabu cair itu. Sementara, tersangka Samsul Anwar alias Awank hanya sebagai koordinator peredaran narkoba di diskotek MG Internasional.

“Rudy tokoh sentral yang meracik dan mengendalikan ruang lantai 4. Yang lain tidak boleh. Kalau Awank yang membuat kartu, screening kartu, memerintahkan menyerahkan barang, dan menerima uang pembayaran,” katanya.

Arman menambahkan, penyidik menduga sabu cair itu juga beredar di luar diskotek MG Club International. Karena selain dalam kemasan botol 300 ml, ada temuan sabu cair juga dikemas dalam botol 10 ml.

“Ini pasti akan diedarkan keluar. Kemungkinan besar ada beredar di luar, bahkan mungkin juga ada seperti botol besar,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


18 + fifteen =