BEI Pantau Saham TAXI hingga Perdana Karya, Ada Apa?

Source : okezone

 

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan terakhir telah menghentikan perdagangan atau suspensi saham pada dua emiten. .

Pertama, perdagangan saham dari PT Express Transindo Utama Tbk kembali dihentikan tertanggal 2 April 2018.

Mengutip keterangan tertulis, Jakarta, Senin 2 April 2018, penghentian perdagangan emiten berkode TAXI tersebut merujuk pada surat Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) No. KSEI-4609/DIR/0318 perihal penundaan pembayaran bunga ke-15 atas obligasi I Express Transindo Utama tahun 2014.

Sebelumnya, saham TAXI juga pernah disuspensi dan baru saja dibuka kembali pada tanggal 21 Maret 2018 karena adanya kenaikan harga kumulatif yang signifikan.

Saham TAXI sebenarnya tergolong “saham tidur”. Hingga 6 Februari 2018, harganya stagnan di Rp50 per saham. Tapi, mendadak saham ini bergeliat.

Pada 15 Maret, harganya naik menjadi Rp90. Lalu pada 16 Maret, saham TAXI sudah berada di posisi Rp121. Pada 19 Maret, harganya terpatri Rp163 dan pada 20 Maret bertengger di Rp220.

Kedua, saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk pada perdagangan Kamis 5 April 2018. Padahal, saham emiten berkode PKPK baru dibuka kembali pada 3 April 2018.

Mengutip laman tertulis, Jakarta, Kamis 5 April 2018, sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK), PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangannya.

Saham PKPK dihentikan pada harga Rp282. Di mana, harga tertinggi di Rp316 dan terendah Rp250.

Satu Emiten Masuk UMA

Selain itu, dalam sepekan terakhir BEI juga memasukkan satu emiten ke dalam daftar unusual market activity (UMA).

BEI memantau pergerakan saham PT Pikko Land Development Indonesia Tbk (RODA). Hal itu menyusul keputusan BEI yang memasukkan perseroan ke daftar UMA.

“Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham RODA yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” ujar Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy mengutip keterangan tertulis, Rabu 4 April 2018.

Adapun informasi terakhir yang dipublikasikan oleh RODA Finance Indonesia, adalah pada 2 April 2018, terkait keterbukaan informasi yang perlu diketahui publik, terdapat perubahan lebih dari 20% atas total liabilitas per 31 Desember 2017 dibanginkan pada 2016.

Oleh karena itu, sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham RODA, BEI mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu, investor diminta memerhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

Selain itu, BEI juga meminta mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapat persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Meski demikian, pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di pasar modal.

Source :

okezone

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


eighteen − thirteen =