Bawaslu NTT Perketat Pengawasan Kampanye, Termasuk di Media Sosial

Source : Okezone

 

Pemilihan kepala daerah, baik di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memasuki tahap kampanye pada 15 Februari hingga 23 Juni 2018. Tahapan itu dilakukan setelah KPU menetapkan pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada pada 12 Februari, dilanjutkan penarikan nomor urut pada 13 Februari 2018.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT tak mau kecolongan terhadap sejumlah kemungkinan pelanggaran tim pasangan calon memanfaatkan media, apalagi media sosial untuk berkampanye.

“Karena itu, kami pastikan akan memperketat pengawasan pelaksanaan kampanye itu baik di dunia nyata maupun di dunia maya, terutama di media sosial,” kata Komisioner Bawaslu NTT Jemris Fointuna kepada Okezone di Kupang, Jumat (9/2/2018).

Menurutnya, setiap pasangan calon dan tim sudah diingatkan untuk menaati setiap regulasi yang berlaku, termasuk jadwal kampanye yang ada demi menjaga pelaksanaan pilkada ini berjalan damai, aman, dan lancar.

Bawaslu NTT kembali mengingatkan setiap pasangan calon untuk mendaftarkan setiap akun media sosial (medsos) yang akan dipakai sebagai wadah kampanye. “Aturannya setiap pasangan calon boleh mendaftar sebanyak-banyaknya lima akun ke KPU,” katanya.

Dengan mendaftar itu Bawaslu sebagai lembaga pengawas pelaksanaan pemilu bisa melakukan pengawas secara lebih detail dan cermat. “Jadi, pemantauan Bawaslu tidak hanya dilakukan di dunia nyata, tapi juga di dunia maya. Bawaslu setiap saat mengamati kampanye melalui medsos. Akun resmi maupun tidak resmi tetap diawasi,” tegas Jemris.

Bagi yang melanggar, misalnya menghina calon lain atau berkampanye dengan nuansa SARA, akan dikenakan sanksi. “Sudah ada aturannya sehingga kalau berkampanye di luar aturan tentu kami tindak. Jadi, kami akan awasi secara ketat sehingga proses demokrasi ini berjalan dengan baik, penuh kekeluargaan,” kata Jemris.

Sementara itu, di Pilgub NTT, akan ada empat pasangan calon yang akan bertarung. Keempat pasangan itu adalah Esthon Foenay-Chris Rotok (diusung Partai Gerindra, PAN, dan Perindo), Marianus Sae-Emiliana Nomleni (PDIP, PKB), Viktor Bungtilu Laiskodat-Yos Nae Soi (Partai NasDem, Golkar, dan Hanura), serta Benny K Harman-Beni Litelnoni (Partai Demokrat, PKPI, dan PKS).

Selain itu, di NTT juga akan digelar pilkada di 10 kabupaten/kota. Sepuluh daerah yang melaksanakan pilkada itu adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Alor.

Source :

okezone

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


six + two =