Anggota TNI versus Pemobil: Suap-suapan Nasi Berujung Kelahi

Bimantoro, pengemudi mobil yang baku hantam dengan anggota TNI karena membuang sampah sembarangan meminta maaf/Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom

 

Polisi mengusut kasus baku hantam antara anggota TNI Lettu Satrio dengan pengemudi mobil Bimantoro. Kata saksi kejadian, duel ini dipicu suap-suapan nasi antara Bimantoro dengan rekan wanitanya di mobil. Nasi kemudian dilemparkan ke Lettu Satrio.

Peristiwa baku hantam itu ramai dalam video yang beredar melalui aplikasi pesan instan dan situs YouTube. Dalam video berdurasi 1 menit 3 detik itu, Lettu Satrio dan Bimantoro terlibat baku hantam di tengah jalan.

Mobil merah bernomor polisi B-1599-PVH yang dikendarai pria berkaus hitam berhenti di lajur kanan jalan, sementara anggota TNI AL masih duduk di sepeda motornya di sebelah kiri mobil.

Keduanya terlibat adu mulut yang berlangsung panas. Di tengah adu mulut, si pria mendorong prajurit Lettu Satrio. Satrio membalas dorongan itu dengan mendaratkan bogem mentah di pipi kiri si pria. Baku hantam pun terjadi. Warga yang menonton mencoba melerai, namun mereka tetap jual-beli pukulan.

Setelah itu, Satrio melaporkan kejadian tak mengenakan itu ke polisi. Kasus selanjutnya ditangani oleh Polres Jakarta Timur. Permohonan maaf telah disampaikan Bimantoro yang mengaku khilaf.

Sempat beredar informasi, penyebab perkelahian itu adalah sampah yang dilemparkan Bimantoro ke arah Satrio. Polisi masih mendalami lebih dalam mengenai penyebab kejadian ini.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengatakan menurut saksi kejadian dalam keterangannya di depan penyidik, kejadian itu berawal dari suap-suapan nasi yang dilakukan Bimantoro dan pacarnya di dalam mobil. Kemudian nasi itu dilemparkan ke Lettu Satrio yang saat itu berada di motor.

Belum diketahui secara detail bagaimana alur dari suap-suapan nasi menjadi lemparan nasi ke arah Satrio yang berada di atas motor.

“Kan disuapin sama pacarnya, ada nasinya buang, gitu loh. Inikan BAP dasarnya bukan semau kita ngomongnya. Kamu buat apa? Ngelempar nasi,” kata Andry, Rabu (25/10).

Lemparan nasi itu, kata Andry, yang diduga membuat perselisihan kedua pemuda itu terjadi. Aksi baku hantam pun tak terelakkan.

“Nah, kalau melempar sesuatu gitu kan harus diverifikasi,” ujarnya.

Namun, menurut Andry, apa yang dilemparkan Bimantoro ke luar mobil itu masih perlu diverifikasi. Hal ini disebabkan ada pernyataan lain yang menyebut benda yang dilempar adalah kertas.

“Ini kan masih didebatkan. Sampah yang diduga jadi pemicu keributan belum ditemukan. Ya sebutir nasi, yang satu sampah selembar kertas kan nggak ditemukan keburu ribut. Verifikasi terhadap sampah itu harus dibuktikan,” tuturnya.

Source :

detik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


4 × one =