Alasan Tim Kampanye Tunjuk Yuzril Jadi Pengacara Jokowi-Amin

Foto : KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO

 

Arya Sinulingga, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mengungkapkan alasan pihaknya menunjuk pakar hukum Indonesia, Yuzril Ihza Mahendra menjadi pengacara pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 tersebut.

Menurut Arya, pemilihan Yuzril karena ia merupkan sosok yang sangat profesional saat menjadi pengacara. Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu juga disebut menerima tawaran itu tanpa bayaran.

“Pak Yusril (Yusril Ihza Mahendra) itu kan ahli hukum. Hukum politik dan hukum negara juga. Banyak kasus sengketa politik yang dia tangani di MK dan Bawaslu, dan dia memenangkan kasus-kasus itu,” kata Arya Sinulingga, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat kemarin.

“Yusril juga komit menerima tawaran sebagai pengacara pasangan Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf tanpa bayaran,” ujar Arya.

Sementara, pada Pilpres 2014, Yusril merupakan pengacara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Arya menilai, kesediaan Yusril menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf menunjukkan keinginan mendukung penyelenggaraan Pilpres 2019 berjalan lancar, bersih, kredibel, dan bermartabat.

“Pak Yusril menginginkan agar Pemilu Presiden 2019 berjalan demokratis, sehingga dia bersedia menjadi pengacara Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf,” ujar Arya.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra menyatakan setuju menjadi pengacara pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada pemilihan presiden 2019. “Saya memutuskan untuk setuju dan menjadi ‘lawyernya’ kedua beliau itu,” kata Yusril.

Menurut Yusril, kesediaannya menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma’ruf bermula dari pertemuannya dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir, sebelumnya.

“Saya bertemu dengan Pak Erick Thohir di salah satu hotel di Jakarta pada Minggu lalu,” katanya.

Menurut Yusril, dirinya sudah cukup lama mendiskusikan kemungkinan menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma’ruf untuk 2019.

“Ketika bertemu dan berdiskusi dengan Pak Erick itu, saya menyatakan setuju,” katanya.

Ia menambahkan, pada diskusi itu, Erick menyebut bahwa menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf dirinya tidak mendapat bayaran dan Yusril menyanggupinya.

“Pak Erick mengatakan, jadi lawyer Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf ini prodeo alias gratis tanpa bayaran apa-apa. Saya bilang saya setuju saja. Dulu pada Pilpres 2014, saya juga pernah dimintai menjadi ahli dalam gugatan Pak Prabowo kepada KPU tentang hasil pilpres di MK dan itu saya lakukan, gratis juga, tanpa bayaran apa pun dari Pak Prabowo,” kata Yusril.

Source :

Citizendaily

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


three + nine =