10 Bintang Baru di Piala Dunia 2018

Foto: GoogleImages

 

Dari remaja pemecah rekor asal Senegal, lalu target Chelsea dari Rusia hingga pemain kejutan dari Korea Selatan, Jon O’Brien memilih para pemain yang namanya melejit di piala dunia tahun ini…

10. Viktor Claesson (Swedia)

Akhirnya setelah terbebas dari bayang-bayang kebintangan Zlatan Ibrahimovic, Swedia telah membuktikan bahwa kerja tim yang kuat dapat menjadi lebih berharga daripada superstar egois. Mereka melaju lebih jauh daripada dalam edisi Piala Dunia manapun sejak finis di tempat ketiga pada tahun 1994. Namun masih ada beberapa pemain yang tampil mengesankan, termasuk Viktor Claesson yang sebelumnya dianggap biasa-biasa saja.

Setelah menikmati musim pertama yang gemilang bersama klub Russian Premier League, Krasnodar, pemain sayap berusia 26 tahun itu bersinar di negeri yang tidak asing baginya – menghasilkan penalti saat melawan Korea Selatan, mengarsiteki terjadinya dua gol dan menyaingi Emil Forsberg sebagai pemain paling kreatif dari Swedia.

9. Cho Hyun-woo (Korea Selatan)

8. Moussa Wague (Senegal)

Kesempatan untuk menunjukkan bakatnya lebih jauh lagi secara kejam dihentikan oleh aturan fair play yang menyingkirkan Senegal, namun performa Moussa Wague telah menjadi salah satu dari hal positif yang muncul dari dari buruknya penampilan tim-tim Afrika di Piala Dunia kali ini. Pemain berusia 19 tahun itu menjadi pencetak gol terbanyak termuda di Piala Dunia dengan tendangan spektakulernya dalam laga melawan Jepang yang juga merupakan gol internasional pertamanya.

Bek kanan itu juga tampil bagus dalam menguasai bagian sayap ketika melawan Polandia dan Kolombia, menjalin kerjasama yang apik dengan rekannya sesama pemain sayap, Ismaila Sarr untuk menjadi ancaman Senegal. Saat ini dia bermain di tim Belgia, Eupen. Sekarang Wague akan berada di radar para klub hebat Eropa.

7. Rodrigo Bentancur (Uruguay)

Arsenal mungkin menyesali kegagalan mereka untuk mendatangkan Rodrigo Bentancur pada musim panas lalu jika dilihat dari pemainan hebatnya di Rusia. Gelandang ulet, yang pindah dari Boca Juniors ke Juventus ini telah membuat lebih banyak operan daripada pemain lain yang berusia 23 tahun dan di bawahnya dalam babak penyisihan grup.

Dia juga mengontrol permainan tim Amerika Selatan itu dengan kemenangan 1-0 dari Arab Saudi dan kemudian membawa mereka meraih kemenangan 3-0 melawan tuan rumah Rusia (pada ulang tahunnya yang ke 21) dan memberikan umpan sempurna untuk gol kemenangan Edinson Cavani di babak kedu ketika melawan Portugal.

Bentancur hanya menjadi starter dalam lima pertandingan untuk raksasa Serie A pada musim lalu, tetapi dia dapat berharap untuk mendapat waktu bermain jauh lebih banyak saat mereka mengincar gelar juara liga dalam delapan musim berturut-turut  pada musim depan.

6. Benjamin Pavard (Prancis)

Benjamin Pavard dianggap telah mengambil langkah mundur ketika dia pindah dari klub langganan kualifikasi Liga Champions, Lille ke Stuttgart yang hanya berada di divisi dua pada tahun 2016. Namun setelah membantu mereka kembali ke Bundesliga, sekarang dia dipuji sebagai Lilian Thuram yang baru.

Bahkan, dengan tendangan voli yang indah melawan Argentina – kandidat kuat untuk gol terbaik dalam turnamen ini – pemain berusia 22 tahun itu telah menjadi bek Prancis pertama yang mencetak gol di Piala Dunia sejak Thuram pada tahun 1998 (meskipun kemudian ada Raphael Varane yang ikut bergabung). Gol ajaib itu mungkin telah menjadi berita utama, tetapi itu adalah fleksibilitas pertahanan Pavard – bek tengah ini telah beradaptasi dengan cemerlang sebagai pengganti bek kiri utama yang cedera, Djibril Sidibe – yang menarik perhatian Bayern Munich.

5. Juan Quintero (Kolombia)

Juan Quintero punya tujuan untuk membuktikan diri di Rusia. Gelandang Kolombia itu tengelam di bawah bayang-bayang rekan setimnya James Rodriguez di Piala Dunia 2014 dan telah menghabiskan empat tahun berikutnya pindah dari klub ke klub dengan status pinjaman dari Porto.

Namun playmaker berbadan kecil ini tidak diragukan lagi akan membuat klub Portugal itu untuk lebih memperhatikan penampilannya yang mengesankan di babak grup. Pemain berusia 25 tahun itu berkontribusi dalam tiga dari lima gol untuk timnya. Dia merancang terjadinya gol Radamel Falcao dan Yerry Mina ketika melawan Polandia dan Senegal, dan mencetak tendangan bebas teraneh dalam turnamen saat Kolombia menderita kekalahan 2-1 yang mengejutkan dari Jepang.

4. Ante Rebic (Kroasia)

Ante Rebic niscaya jauh lebih menikmati pengalaman Piala Dunia keduanya daripada yang pertama. Pemain sayap cepat itu hanya diposisikan sebagai pemain pengganti dalam penampilan Kroasia yang mengecewakan di Brasil, kemudian mendapatkan kartu merah dan tersisih dari persaingan sengit di level internasional.

Namun pemain berusia 24 tahun itu terus meningkat sejak dipanggil kembali oleh pelatih baru Kroasia, Zlatko Dalic. Memanfaatkan blunder aneh Willy Caballero, tendangan voli akrobatik melawan Argentina membantu membawa Kroasia meraih kemenangan 3-0 yang sangat menentukan. Dia juga bisa saja menjadi penentu pertandingan dalam babak 16 besar melawan Denmark andai dia tidak dijatuhkan di kotak penalti ketika gawang sudah kosong dan laga hanya menyisakan empat menit.

3. Aleksandr Golovin (Rusia)

Aleksandr Golovin sudah familiar lebih dulu di telinga penggemar Arsenal – gelandang CSKA Moscow ini mencetak gol dari tendangan keras melawan The Gunners di Europa League awal tahun ini. Tapi sekarang seluruh dunia akhirnya  menyadari bakat pemain Rusia ini.

Pemain berusia 22 tahun itu mencetak tendangan bebas yang sama spektakulernya dan memberikan dua assist dalam pertandingan pembuka Piala Dunia melawan Arab Saudi sebelum bermain luar biasa dalam kemenangan 3-1 tuan rumah atas Mesir. Dia kemudian menjadi pemain kunci Rusia dalam kemenangan mereka di putaran kedua atas Spanyol, dan juga dengan tenang mencetak penalti dalam babak adu penalti yang menegangkan.

Tidak mengherankan jika calon pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, diperkirakan akan menjadikan Golovin sebagai pemain pertama yang dibeli.

2. Takashi Inui (Jepang)

Real Betis tampaknya telah mendapatkan pembelian terbaik pada musim panas ini setelah mendapatkan Takashi Inui dengan transfer secara gratis hanya beberapa minggu sebelum penampilannya yang gemilang di Rusia. Dia adalah pemain tertua di daftar ini, pemain berusia 30 tahun itu membuktikan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk membuat penampilan hebat di Piala Dunia dengan dua performa luar biasa di fase grup dan penampilan heroik melawan Belgia.

Pemain sayap ini tampil mengesankan dengan kontrol bola yang mempesona, teknik passing yang indah, dan tendangan berjarak 25 yard yang kuat yang sekaligus sempat membuat Jepang meletakkan satu kaki mereka di perempat final. Semua ini dilakukan oleh pemain yang jarang bermain buruk untuk tim papan tengah Bundesliga dan La Liga.

1. Hirving Lozano (Meksiko)

Meksiko kembali gagal untuk mematahkan kutukan putaran kedua mereka, tetapi mereka setidaknya memiliki bintang paling cemerlang di turnamen tersebut. Pemain sayap Hirving Lozano adalah sosok instrumental dalam kelolosan timnya dari Grup F, dengan mengarseiteki gol penentu Javier Hernandez melawan Korea Selatan dengan pergerakannya yang meliuk-liuk sekaligus mengesankan setelah mencetak gol kemenangan yang menentukan kariernya saat melawan Jerman dalam pertandingan pembuka Meksiko.

Pemain yang dijuluki ‘Chucky’ ini juga berkontribusi penting dalam perjalanan PSV meraih juara Eredivisie musim lalu dengan mencetak 17 gol dalam 29 penampilan. Tetapi dengan klub seperti Barcelona yang sekarang membidiknya, tampaknya tidak mungkin pemain berusia 22 tahun itu bertahan di sana untuk membantu klub Belanda tersebut mempertahankan gelar.

Source :

FourFourTwo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


one + 11 =